Tembak Mati 3 ASN Hingga Teror Keluarga Korban Lewat Video Call, Satgas Damai Cartenz Kantongi Identitas KKB Egianus Kogoya
JAYAWIJAYA, iNews.id – Satgas Operasi Damai Cartenz berhasil mengantongi identitas dua anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang terlibat dalam aksi penghadangan dan penembakan fatal terhadap tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Aksi penembakan sadis tersebut terjadi saat ketiga korban dalam perjalanan menuju Wamena usai menjalankan tugas pelayanan masyarakat berupa penyuluhan pertanian dan penyaluran bantuan ternak. Kendaraan para korban mendadak dihadang, lalu ketiganya dipaksa turun sebelum akhirnya diberondong tembakan hingga tewas di tempat.
Aksi keji pelaku tak berhenti di situ. Dua anggota KKB yang teridentifikasi merupakan bagian dari Kodap III Ndugama pimpinan Egianus Kogoya tersebut nekat melakukan panggilan video (video call) kepada keluarga salah satu korban untuk menunjukkan aksinya secara langsung.
"DPO-nya sudah terbit, sudah lama gitu. Ini menambah daftar dosanya aja ya. Dari tim kami kemarin sudah kita terbangkan anggota untuk melakukan penebalan dan sekaligus pengejaran. Untuk kasus ini, karena pelaku sudah bisa kita identifikasi, kita tinggal menentukan saja di mana lokasi persembunyiannya," tegas pihak kepolisian.
Kepolisian juga mengonfirmasi bahwa kedua pelaku penembakan 3 ASN ini merupakan orang yang sama dengan pelaku dalam deretan aksi terorisme dan kekerasan lainnya di tanah Papua, termasuk kasus penyanderaan pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Mehrtens, pada Februari 2023 lalu.
Guna menangkap para pelaku, Satgas Operasi Damai Cartenz telah menerjunkan 50 personel tambahan ke Wamena untuk memperketat pengejaran dan menyisir titik persembunyian KKB di wilayah Papua Pegunungan.
Sementara itu, duka mendalam menyelimuti keluarga para korban. Salah satu korban tewas, Aprida Rapi, kini disemayamkan di rumah duka di Desa Leatung Matalo, Kecamatan Sangalla Utara, Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Korban yang dikenal ramah dan menjadi panutan keluarga tersebut rencananya akan dimakamkan melalui prosesi adat Toraja pada pekan depan.










