Kesaksian Mengejutkan Pegawai Kelab Malam di Room Betrand Peto, Ada Kekerasan Seksual?
JAKARTA, iNews.id - Pegawai kelab malam bernama Revi mengungkap kesaksiannya terkait dugaan kekerasan seksual yang menyeret nama artis Betrand Peto. Revi menyebut dirinya berada di lokasi dan sempat melihat kondisi para pengunjung sebelum keributan terjadi.
Menurut Revi, suasana awalnya berlangsung biasa. Betrand Peto bersama sejumlah orang datang ke kelab malam, bernyanyi, melakukan 'cheers', dan minum bersama.
"Pas awal mereka datang, Ka BP, Ka A, dan Ka B, mereka datang, awal nyanyi-nyanyi, biasa. Mereka cheers, minum," ujar Revi dalam keterangannya, dikutip dari unggahan video Ruben Onsu di Instagram, Senin (14/9/2026).
Tidak lama kemudian, sejumlah perempuan datang bergabung. Revi menyebut suasana di dalam ruangan saat itu masih terlihat menyenangkan.
"Mereka enjoy kok, joget bareng, nyanyi-nyanyi bareng. Terus habis itu, mereka emang cheers bareng juga," katanya.
Namun, situasi berubah ketika Revi meninggalkan ruangan untuk menangani ruangan lain yang juga sedang ramai.
Saat kembali, Revi mengaku mendapati seorang perempuan sedang menangis.
"Ada yang nangis, cewek. Aku tanyain kenapa, kenapa. Mereka cuma diam, cuma nangis," tutur Revi.
Revi kemudian memanggil server lain yang menjadi penanggung jawab ruangan tersebut. Dia mengatakan, perempuan yang menangis itu tetap tidak memberikan penjelasan mengenai penyebab dirinya menangis.
Menurut Revi, pihak kelab malam sebenarnya berusaha mengetahui persoalan tersebut agar bisa memberikan bantuan jika memang terjadi sesuatu.
"Kalau memang dia cerita kenapa nangis, ya kami bisa bantu. Cuma karena dia cuma diam, enggak ngomong apa-apa, jadi kami enggak tahu kenapa dia nangisnya," ujar Revi.
Teman Perempuan yang Menangis Mulai Marah
Situasi kemudian memanas ketika teman perempuan tidak terima melihat rekannya menangis. Revi mengatakan, perempuan itu kemudian marah-marah di dalam ruangan dan berteriak kepada salah satu laki-laki yang berada di sana.
"Si temannya ini malah enggak terima. Mereka, si temannya ini langsung marah-marah lah. Ibaratnya kenapa teman saya nangis," katanya.
Menurut informasi yang diterima Revi dari server lain, teriakan tersebut kemudian mengarah kepada seorang pria yang disebut membawa salah satu rekannya.
Keributan semakin memanas hingga seorang perempuan lainnya berusaha menengahi. Namun, menurut Revi, perempuan yang berusaha melerai justru mengalami tindakan fisik berupa jambakan.
"Eh malah si kak B-nya kena jambak. Dijambak sama si kak yang marah-marah ini," ungkap Revi.
Revi menilai respons setelah kejadian tersebut terjadi secara spontan karena orang yang dijambak berusaha membela diri.
"Namanya refleks kita dijambak. Otomatis ya kita bela diri, entah ngejambak atau apa," ujarnya.
Revi Tegaskan Tak Melihat Kekerasan Seksual
Dalam kesaksiannya, Revi juga secara khusus membantah adanya kekerasan yang dilakukan oleh pihak yang dia sebut sebagai Ka BP (Betrand Peto) berdasarkan apa yang dia lihat di lokasi.
Revi mengatakan, ketika melihat perempuan tersebut menangis, Ka BP justru menghampiri dan berusaha menanyakan kondisi perempuan tersebut.
"Kalau untuk kekerasan yang dilakukan Ka BP, ini tidak ada," kata Revi.
"Karena aku lihat pas si cewek ini nangis, emang Ka BP malah nyamperin, 'Kakak kenapa? Kenapa? Kenapa nangis?'" lanjutnya.
Revi kembali menegaskan bahwa berdasarkan pengamatannya, dia tidak melihat tindakan kekerasan tersebut dilakukan oleh Betrand Peto.
"Kalau kekerasan enggak ada sih, Kak. Dari yang aku tahu dari server ini," ujarnya.
Kesaksian Revi tersebut menjadi salah satu keterangan dari pihak yang berada di lokasi. Pernyataan tersebut tidak serta-merta menentukan benar atau tidaknya seluruh dugaan yang beredar, karena penanganan dan pembuktian perkara tetap bergantung pada keterangan para pihak serta bukti yang tersedia.










