Satu Pemain Liverpool Diserang Fans usai Tampil Apik Lawan Fulham, Kenapa?
LIVERPOOL, iNews.id - Jeremy Jacquet menjadi sorotan setelah terlibat insiden dengan sejumlah fans Liverpool di luar Anfield seusai pertandingan melawan Fulham yang berakhir tanpa gol.
Bek berusia 21 tahun itu terlihat keluar dari mobilnya pada Sabtu (12/9/2026) untuk berbicara dengan sejumlah suporter Liverpool. Momen tersebut kemudian direkam jurnalis Keefe Irwin dan menyebar di media sosial.
Dalam keterangannya, Keefe Irwin menyebut Jacquet mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari sejumlah fans Liverpool karena tidak berhenti untuk menemui anak-anak yang ingin meminta foto atau tanda tangan.
Jacquet akhirnya kembali masuk ke mobil setelah percakapan singkat dengan para suporter. Namun, insiden tersebut langsung memunculkan perdebatan di kalangan fans Liverpool.
Sejumlah suporter justru membela Jacquet. Mereka menilai bek asal Prancis itu tidak mungkin sembarangan menghentikan mobil di tengah lalu lintas hanya untuk memenuhi permintaan suporter.
"Ada waktu dan tempat untuk itu dan tempatnya bukan di sana." tulis seorang fans.
Suporter lainnya juga memberikan pembelaan. "Kalian ingin dia berhenti di sana dan berpotensi ditegur polisi. Itu tempat yang berbahaya untuk berhenti."
Terlepas dari insiden tersebut, Jacquet justru menunjukkan performa impresif saat Liverpool menghadapi Fulham. Pemain yang bergabung dari Rennes pada musim panas itu bahkan bisa disebut sebagai salah satu pemain terbaik Liverpool dalam pertandingan tersebut.
Jacquet menyelamatkan Liverpool dari potensi kebobolan melalui sapuan penting di garis gawang. Momen itu terjadi setelah Alisson melakukan umpan yang kurang akurat kepada Ryan Gravenberch.
Penampilan Jacquet juga mendapat apresiasi dari statistik pertandingan. Dia memperoleh rating 8,5 dari Sofascore, dengan catatan lima kali merebut kembali penguasaan bola dan dua sapuan.
Bek tengah tersebut juga tampil dominan dalam duel udara. Jacquet memenangkan seluruh lima duel udara yang dia jalani sepanjang pertandingan.
Andoni Iraola Ungkap Masalah Liverpool
Liverpool melakukan tiga perubahan dari tim yang mengalahkan Atletico Madrid 2-1 pada pertengahan pekan. Kostas Tsimikas, Ryan Gravenberch, dan Victor Munoz dimainkan untuk menggantikan Milos Kerkez, Alexis Mac Allister, dan Rio Ngumoha.
Salah satu persoalan yang mencuat dalam pertandingan tersebut adalah minimnya pilihan Liverpool di posisi bek sayap.
Ronald Araujo kembali dimainkan sebagai bek kanan untuk pertandingan ketiga secara beruntun. Namun, kontribusinya ketika Liverpool menyerang beberapa kali terlihat kurang maksimal.
Sementara itu, Tsimikas hanya bermain selama babak pertama setelah tampil kurang meyakinkan sebelum turun minum.
Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, menilai persoalan utama timnya saat menghadapi Fulham bukan hanya pada sektor pertahanan. Menurut dia, Liverpool kesulitan menciptakan peluang dan tidak cukup tajam di lini depan.
"Saya rasa yang kurang sudah cukup jelas," ujar Iraola seusai pertandingan.
"Ini merupakan pertandingan pertama sejak saya berada di sini ketika kami mengalami masalah untuk menciptakan peluang mencetak gol dan membuat perbedaan secara ofensif."
Iraola menilai minimnya peluang menjadi alasan Liverpool gagal mendapatkan hasil maksimal. Liverpool tidak mampu mencetak gol sehingga harus puas membawa pulang satu poin dari pertandingan tersebut.
"Itu alasan utama kami tidak bisa menciptakan sebanyak peluang yang kami inginkan. Kami tidak mencetak gol dan itu alasan kami hanya mendapatkan satu poin."
Bagi Jacquet, hasil imbang tersebut justru datang bersamaan dengan penampilan individu yang mengesankan. Di tengah sorotan akibat insiden dengan fans di luar stadion, dia mampu memberikan respons melalui performa solid di atas lapangan.









