Antam Bangun Pabrik Emas Rp1,1 Triliun di Gresik, Produksi hingga 30 Ton per Tahun

Antam Bangun Pabrik Emas Rp1,1 Triliun di Gresik, Produksi hingga 30 Ton per Tahun

Terkini | inews | Jum'at, 11 September 2026 - 06:49
share

JAKARTA, iNews.id - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) membangun pabrik pengolahan logam mulia di Gresik, Jawa Timur, dengan investasi sekitar Rp1,1 triliun. Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2028 dan menambah kapasitas produksi Antam hingga 30 ton emas per tahun.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam Arini Kasmira mengatakan pembangunan fasilitas tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan memperkuat bisnis hilir emas. Kepemilikan pabrik sepenuhnya berada di tangan Antam.

“Salah satu pengembangan strategis utama kami adalah kami sedang membangun fasilitas manufaktur logam mulia kami di Gresik dengan proyeksi kapasitasnya kurang lebih sekitar 30-40 ton per tahun,” ujarnya dalam Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026).

Pabrik tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan hingga 5 juta keping emas batangan dan koin cetakan emas per tahun dengan kadar 99,99 persen. Fasilitas ini akan meningkatkan kemampuan manufaktur logam mulia Antam sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan emas investasi di pasar domestik.

Antam saat ini memiliki pangsa pasar emas domestik lebih dari 60 persen. Menurut Arini, perseroan akan mempertahankan posisi tersebut melalui penguatan ketersediaan bahan baku, penambahan kapasitas manufaktur, pengembangan bauran produk, serta perluasan akses pasar.

“Pengembangan ini akan memperkuat posisi logam mulia Antam yang saat ini memiliki pangsa pasar 60 persen, sekaligus meningkatkan kapasitas Antam dalam memenuhi permintaan pasar domestik,” sambungnya.

Arini menilai peningkatan kapasitas manufaktur menjadi langkah penting untuk menangkap pertumbuhan permintaan emas di dalam negeri. Tambahan kapasitas produksi diharapkan mampu memperbesar kemampuan Antam memanfaatkan pertumbuhan pasar tanpa hanya mengandalkan kenaikan harga emas.

“Dengan strong brand, market leadership, trusted product quality, serta kapasitas kami yang terus tumbuh dan diperkuat, kami merasa masih banyak ruang pertumbuhan yang menarik dan Insya Allah berkelanjutan bagi bisnis logam mulia Antam,” katanya.

Selain pabrik baru di Gresik, Antam mengoperasikan fasilitas pemurnian Logam Mulia yang telah mengantongi sertifikasi London Bullion Market Association (LBMA). Manajemen menilai reputasi fasilitas pemurnian tersebut menjadi salah satu fondasi kepercayaan terhadap produk emas Antam.

Secara keseluruhan, Antam membukukan pendapatan sekitar Rp62,7 triliun pada semester I 2026. Angka tersebut tumbuh 6 persen secara tahunan.

Laba bersih perseroan mencapai sekitar Rp6,9 triliun atau meningkat 34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Segmen emas menjadi penyumbang terbesar pendapatan Antam dengan kontribusi sekitar 79 persen atau setara Rp26,4 triliun. Selanjutnya, segmen nikel menyumbang 18 persen atau Rp5,9 triliun dan bauxite 3 persen atau sekitar Rp1 triliun.itu 

Topik Menarik