Erupsi Anak Krakatau, DPRD DKI Wanti-Wanti Pedagang Masker: Jangan Naikkan Harga Semaunya

Erupsi Anak Krakatau, DPRD DKI Wanti-Wanti Pedagang Masker: Jangan Naikkan Harga Semaunya

Berita Utama | inews | Kamis, 10 September 2026 - 13:49
share

JAKARTA, iNews.id - Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth mengingatkan para pedagang masker agar tidak menaikkan harga secara tidak wajar di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akibat paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Dia meminta harga masker tetap disesuaikan dengan batas margin yang wajar.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan perlindungan dari debu dan abu vulkanik yang masih dirasakan di sejumlah wilayah Jakarta.

“Saya juga berpesan kepada penjual masker untuk tak menaikkan harga semaunya. Harus disesuaikan dengan batas margin yang wajar sesuai arahan Pak Gubernur,” ujar Kenneth di Jakarta Barat, Kamis (10/9/2026).

Dia meminta masyarakat tidak khawatir apabila kesulitan mendapatkan masker karena keterbatasan stok maupun harga yang meningkat.

“Bagi masyarakat DKI Jakarta yang sulit untuk mendapatkan masker atau merasa harganya terlalu mahal, silakan kontak saya melalui media sosial saya. Jangan malu dan jangan ragu, kami sebagai wakil rakyat dan pemerintah wajib memperhatikan kesehatan warga. Akan saya bagikan secara cuma-cuma,” tutur dia.

Imbauan itu disampaikan Kenneth saat membagikan masker gratis kepada masyarakat di wilayah Jakarta Barat, Kamis (10/9/2026). Bersama jajaran Kecamatan Grogol Petamburan, dia membagikan masker kepada pejalan kaki dan pengendara yang melintas di sekitar Rumah Sakit Soeharto Heerdjan.

Politisi PDIP itu mengatakan, pembagian masker dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik dan debu yang masih beterbangan.

“Kami melihat adanya paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang belum sepenuhnya menghilang. Jadi sebagai langkah antisipasi, saya melakukan kegiatan pembagian masker gratis,” ujar Kenneth.

Dia mengatakan, pembagian masker tersebut juga merupakan tindak lanjut atas arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung agar jajaran kecamatan dan kelurahan turut membagikan masker kepada masyarakat.

“Saya siapkan 100 dus masker pada hari ini. Kami bagikan semua sampai habis kepada semua pengendara dan pejalan kaki yang melintas,” katanya.

Kenneth memastikan pembagian masker kepada masyarakat akan dilakukan secara berkala. Jika sebaran abu vulkanik kembali berdampak ke Jakarta, kegiatan serupa akan diperluas dengan menambah titik pembagian.

Sementara itu, Geni, warga Kalideres yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek, mengatakan kenaikan harga masker membuat dirinya kesulitan membeli perlengkapan pelindung tersebut.

“Harga masker naik semenjak ada abu vulkanik kemarin. Uang saya pas-pasan untuk membeli masker. Alhamdulillah dapat masker gratis, setidaknya saya bisa aman dari debu saat ngojek di jalan,” ucap Geni.

Topik Menarik