Bukan Kebetulan, Arema FC Punya Senjata Mematikan dari Set Piece yang Mirip Arsenal
MALANG, iNews.id – Arema FC mengawali Super League 2026-2027 dengan pesta gol 4-0 atas Isenmulang Kalteng FC. Salah satu kunci keberhasilan Singo Edan adalah efektivitas bola mati yang menghasilkan tiga gol dari skema set piece.
Kemenangan tersebut membawa Arema FC langsung berada di puncak klasemen sementara Super League 2026-2027. Selain tampil dominan dalam permainan terbuka, tim asuhan Marcos Santos juga menunjukkan ancaman besar dari situasi bola mati.
Tiga dari empat gol Arema FC lahir melalui skema set piece. Diego Landis membuka keunggulan lewat sundulan hasil sepak pojok, kemudian Marcos Vinicius mencetak gol ketiga setelah memanfaatkan situasi bola mati.
Mauro Zijlstra melengkapi pesta gol Arema FC setelah mencetak gol melalui kemelut yang juga berawal dari sepak pojok. Efektivitas tersebut membuat Singo Edan tampil seperti tim yang sudah memiliki pola matang dalam memanfaatkan peluang.
Kemampuan Arema FC dalam mengoptimalkan bola mati mengingatkan pada sejumlah klub Eropa yang dikenal memiliki variasi set piece, salah satunya Arsenal.
WBI Dorong Generasi Muda Utamakan Gaya Hidup Sehat dan Kenal Budaya Lewat Fashion Padel Nusantara
Namun, pelatih Arema FC Marcos Santos menegaskan keberhasilan tersebut bukan hasil instan. Menurut dia, tim sudah lama mempersiapkan berbagai variasi bola mati dalam sesi latihan.
“Mengenai bola mati, semua tim di dunia saat ini sepak bolanya sangat mirip. Jika memiliki variasi set piece yang berbeda, itu akan sangat membantu. Seperti yang Anda katakan tentang Arsenal, kami tidak baru memulai ini sekarang,” ujar Marcos Santos, dikutip dari situs resmi I.League.
Strategi Bola Mati Arema FC Sudah Disiapkan sejak Musim Lalu
Marcos Santos menjelaskan Arema FC selalu mempersiapkan berbagai kemungkinan dalam pertandingan. Latihan bola mati dilakukan dengan mempertimbangkan karakter pemain sendiri maupun kekuatan lawan.
“Musim lalu kami menciptakan banyak peluang namun mungkin tidak berbuah gol. Kami melatih berbagai situasi di setiap sesi latihan, memikirkan lawan, pemain tinggi, pemain kecil, umpan pendek atau jauh,” kata Marcos.
“Pekerjaan ini sudah dimulai sejak musim lalu dan kami senang hari ini membuahkan hasil,” lanjutnya.
Lantik Pengprov POBSI Sumut 2026-2030, Syafril Nasution: Semoga Bisa ke Jenjang yang Lebih Baik
Selain keberhasilan dari sisi strategi, kemenangan besar Arema FC juga menjadi panggung bagi pemain baru. Marcos Vinicius dan Mauro Zijlstra langsung mencetak gol dalam pertandingan debut mereka bersama Singo Edan.
Bagi Marcos Santos, gol perdana pemain baru memiliki arti penting karena dapat meningkatkan rasa percaya diri mereka dalam menjalani musim panjang.
“Ini menunjukkan bahwa kami tepat dalam memilih pemain untuk musim ini. Namun, kami harus tetap rendah hati, ini baru pertandingan pertama,” ujar Marcos.
Mauro Zijlstra bahkan mampu mencetak gol hanya beberapa menit setelah masuk sebagai pemain pengganti. Menurut Marcos, kontribusi tersebut menjadi hal positif meski sang pemain belum berada dalam kondisi fisik terbaik.
“Mengenai bola mati, Mauro sangat berpengalaman di Persija sebelumnya dan tim nasional. Penting bagi dia untuk mencetak gol demi kepercayaan dirinya dan tim. Dia belum 100 persen secara fisik, tapi kontribusinya sangat membantu,” tutur Marcos.
Meski mengawali musim dengan kemenangan besar, Marcos Santos meminta para pemain tetap fokus. Menurut dia, kompetisi baru memasuki pertandingan pertama dan setiap laga berikutnya akan menghadirkan tantangan berbeda.
Arema FC kini mulai mengalihkan perhatian ke pertandingan pekan kedua Super League 2026-2027. Singo Edan dijadwalkan menghadapi PSM Makassar dalam laga tandang pada Minggu (13/9/2026).










