Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Rekan Setim Beri Salam Perpisahan Haru
BUENOS AIRES, iNews.id - Lionel Messi pensiun dari Timnas Argentina dan keputusan tersebut langsung memicu gelombang penghormatan dari para pemain yang menjadi bagian dari skuad juara dunia 2026.
Messi mengumumkan keputusan pensiun dari sepak bola internasional pada Senin malam. Keputusan tersebut datang hanya empat tahun setelah dia membawa Argentina meraih trofi Piala Dunia 2022, pencapaian yang mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pemain paling berprestasi dalam sejarah sepak bola.
Pensiunnya Messi juga terjadi sekitar satu bulan setelah dia memimpin Argentina mencapai final Piala Dunia 2026. Namun, La Albiceleste gagal mempertahankan gelar setelah kalah dari Spanyol dalam pertandingan puncak.
Bagi Messi, keputusan tersebut diambil setelah periode sulit. Pemain Inter Miami yang kini berusia 39 tahun itu turut menyinggung wafatnya sang ayah, Jorge, dalam pernyataan emosional yang dia sampaikan pada awal pekan.
Argentina sendiri memiliki utang besar kepada Messi atas era kesuksesan mereka dalam beberapa tahun terakhir. Selain Piala Dunia, Argentina meraih dua gelar Copa America dan satu trofi Finalissima. Messi menjadi motor utama periode tersebut dengan torehan 125 gol dan 68 assist dari 207 penampilan bersama tim nasional.
Tidak mengherankan jika pengumuman pensiun Messi langsung mengundang reaksi emosional dari para pemain Argentina. Salah satu penghormatan paling menyentuh datang dari Enzo Fernandez.
Gelandang Chelsea yang disebut tengah menuju Manchester City itu mengungkapkan dirinya pernah membayangkan bisa bermain bersama Messi sejak masih menjadi anak-anak.
"Leo.. ketika kamu mengatakan sebelumnya jika kamu akan pensiun dari tim nasional, saya merasa sangat sedih," kata Enzo di media sosial dikutip dari Give Me Sport.
Enzo mengaku ketika masih muda, dia sering menghitung perbedaan usia antara dirinya dan Messi untuk memperkirakan apakah suatu hari bisa bermain bersama idolanya tersebut.
"Saya masih seorang anak laki-laki dan saya biasa menghitung jarak usia antara kamu dan saya untuk melihat apakah saya akan pernah bisa bermain bersamamu. Mungkin terdengar konyol, tetapi saya benar-benar melakukannya. Saya biasa berpikir berapa tahun lagi kamu mungkin bermain dan berapa tahun jarak antara saya untuk masuk tim utama, dan saya bermimpi kami akan mengenakan seragam Argentina bersama, meski hanya sekali... dan untungnya kamu kembali."
Impian masa kecil itu akhirnya menjadi kenyataan dengan cara yang jauh lebih besar. Enzo tidak hanya bermain bersama Messi, tetapi juga berbagi ruang ganti, sesi latihan, percakapan, pelukan, hingga momen sulit dan bahagia bersama sang kapten.
"Hidup ternyata jauh lebih indah daripada yang bisa dibayangkan anak itu.. Saya bukan hanya bisa bermain bersamamu, tetapi kami berbagi pemusatan latihan, ruang ganti, percakapan, pelukan, momen-momen sulit, momen-momen indah, dan akhirnya kami menjadi juara dunia bersama."
Enzo juga menyoroti perlakuan Messi kepadanya sejak pertama kali bergabung dengan tim nasional. Menurut dia, Messi membuatnya merasa diterima sebagai bagian dari tim.
"Namun yang terpenting, saya akan selalu berterima kasih kepadamu atas cara kamu memperlakukan saya sejak saya datang. Saya datang membawa impian untuk berbagi lapangan dengan idola saya, tetapi saya menemukan seseorang yang sejak pertama kali membuat saya merasa seperti bagian dari semua orang. Kamu selalu punya kata-kata baik, nasihat, pelukan, atau sekadar caramu membuat saya merasa tenang ketika membutuhkannya.. Saya tidak akan pernah melupakannya."
Tangis Argentina untuk Sang Kapten
Kepergian Messi dari tim nasional membuat Enzo sulit membayangkan suasana pemusatan latihan Argentina tanpa pemain bernomor punggung 10 tersebut.
"Hari ini sulit bagi saya membayangkan pemusatan latihan berikutnya tanpa kamu. Berjalan ke lapangan dan tidak melihatmu di depan saya, mengenakan seragam nomor 10. Kami sudah terbiasa melihatmu di sana selama bertahun-tahun sehingga terasa mustahil membayangkan dengan cara lain."
Enzo kemudian mengingat kembali dirinya saat masih kecil, ketika dia belum mengetahui apakah impian bermain bersama Messi akan pernah terwujud.
"Betapa beruntungnya saya, Leo, dan betapa beruntungnya anak laki-laki itu, yang dulu menghitung tahun tanpa tahu apakah suatu hari dia akan tiba tepat waktu. Terima kasih karena telah memperlakukan saya seperti yang kamu lakukan, atas semua yang kamu ajarkan kepada saya, dan karena mengizinkan saya menjadi bagian dari ceritamu.. kami akan sangat merindukanmu, kapten."
Penghormatan juga datang dari bek Manchester United, Lisandro Martinez. Dia mengakui para pemain Argentina sebenarnya sudah mengetahui hari ketika Messi meninggalkan tim nasional akan tiba, tetapi mereka tidak pernah benar-benar siap menerimanya.
"Kami tahu hari ini akan datang… tetapi jauh di dalam hati, kami tidak pernah ingin menerimanya."
Martinez menilai perjalanan panjang bersama Messi menghasilkan terlalu banyak kenangan untuk dirangkum dalam kata-kata. Dia menyebut kemenangan, momen bersejarah, tawa saat pemusatan latihan, percakapan, hingga masa sulit yang membuat skuad Argentina semakin kuat.
"Kami berbagi begitu banyak tahun bersama sehingga mustahil mengungkapkan dengan kata-kata semua yang kami alami. Kemenangan yang akan selamanya tercatat dalam sejarah, momen tak terlupakan mengenakan seragam terindah di dunia, tawa di setiap pemusatan latihan, percakapan yang akan tetap berada di hati kami, dan juga masa-masa sulit yang membuat kami semakin kuat sebagai sebuah tim."
Bagi Martinez, kebesaran Messi tidak hanya terlihat dari kemampuannya di atas lapangan. Sikap dan contoh yang diberikan Messi kepada rekan-rekannya juga meninggalkan pengaruh besar.
"Kebesaranmu bukan hanya di lapangan, fenomena. Kebesaranmu ada dalam setiap tindakan, setiap kata, setiap contoh yang kamu berikan. Kamu mengajarkan kami jika tindakan jauh lebih berarti daripada kata-kata, untuk berkompetisi, percaya, tidak pernah menyerah, dan mewakili Tim Nasional Argentina dengan cara yang seharusnya."
Martinez menutup pesannya dengan ucapan terima kasih kepada Messi, para pendukung Argentina, serta keluarga sang megabintang yang selalu mendampinginya.
"Terima kasih atas semua yang kamu berikan kepada negara ini, kepada para penggemar yang selalu mendukungmu, dan kepada keluargamu yang berdiri di sisimu di setiap langkah. Mereka lebih tahu daripada siapa pun semua yang kamu perjuangkan untuk sampai ke posisi ini."
Dia juga mengaku bangga pernah menjadi bagian dari perjalanan tersebut dan belajar langsung dari Messi.
"Saya pergi dengan kebanggaan luar biasa karena telah berbagi begitu banyak tahun bersamamu, menjadi bagian dari sejarah ini, dan belajar dari yang terbaik sepanjang masa. Kamu meninggalkan Tim Nasional, tetapi warisanmu akan abadi. Terima kasih untuk semuanya, kapten."
Sementara itu, Leandro Paredes juga memberikan penghormatan kepada Messi. Gelandang tersebut dikenal kerap menjadi pemain yang berada di garis depan ketika Messi mendapat pelanggaran atau terlibat dalam perselisihan saat membela Argentina.
Paredes bahkan pernah mendapat hukuman retrospektif dari FIFA setelah terlibat insiden dengan sejumlah pemain Spanyol pada Piala Dunia terakhir. Dalam pesannya untuk Messi, dia mengakui kabar pensiun tersebut tetap membuatnya terpukul meski merasa sudah mempersiapkan diri.
"Saya pikir saya sudah siap menerima berita ini, tetapi ternyata tidak. TERIMA KASIH. Untuk semua yang kamu lakukan untuk saya sebagai orang Argentina, sebagai penggemar tim nasional, sebagai rekan setim dan sebagai teman!"
Paredes menilai kata-kata tidak akan cukup untuk menggambarkan warisan dan kebesaran Messi, baik sebagai pesepak bola maupun sebagai manusia.
"Kata-kata tidak cukup ketika berbicara tentang kamu, warisanmu dan kebesaranmu sebagai pemain, tetapi yang terpenting sebagai pribadi. Saya beruntung bisa bermain bersamamu selama perjalanan indah ini bersama tim nasional kami, tim nasionalmu."
Dia kemudian menutup pesannya dengan ungkapan kasih kepada Messi dan harapan agar sang kapten selalu bahagia.
"Saya mencintaimu, lelaki kecil! Saya berharap kamu selalu sangat bahagia! Negara kami akan selalu berterima kasih kepadamu atas semua yang telah kamu buat kami rasakan!!!"
Keputusan Messi mengakhiri perjalanan internasionalnya kini meninggalkan ruang besar di Timnas Argentina. Namun, pesan dari Enzo Fernandez, Lisandro Martinez, dan Leandro Paredes menunjukkan satu hal: bagi generasi pemain yang tumbuh dengan menyaksikan Messi, sang nomor 10 bukan sekadar kapten.
Dia adalah pemain yang mereka idolakan, rekan seperjuangan yang membawa Argentina menuju puncak dunia, sekaligus sosok yang meninggalkan warisan panjang di balik seragam biru-putih.









