Korban Tewas Banjir Nepal-China Jadi 676 Orang, Banyak Turis Asing Ditemukan Selamat
KATHAMNDU , iNews.id - Jumlah korban tewas akibat banjir bandang dahsyat di Nepal dan China hingga Sabtu (29/8/2026) malam waktu setempat atau 3 hari setelah bencana, bertambah menjadi 676 orang, demikian data resmi otoritas penanggulangan bencana Nepal NDRRMA dan China.
Sementara itu tim SAR telah menyelamatkan setidaknya 3 700 orang, termasuk 350 pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang terjebak di terowongan.
Pihak berwenang juga menyatakan 219 orang mengalami luka-luka akibat bencana dahsyat tersebut.
Menurut NDRRMA, lebih dari 18.700 petugas penyelamat dikerahkan untuk membantu operasi pencarian. Mereka berpacu dengan.waktu untuk menyelamatkan korban yang terjebak di tunnel-tunnel PLTA mengingat bencana sudah berlalu 72 jam.
Selain itu korban hilang di Nepal dan China bertambah menjadi hampir 3.000 orang. Meski banyak korban yang sebelumnya dilaporkan hilang, berhasil ditemukan. Di saat yang sama, banyak pula laporan baru dari keluarga serta pihak lain yang kehilangan kerabat atau rekan mereka.
Otoritas Nepal melaporkan 2.426 orang hilang dengan korban tewas 669 orang. Sementara otoritas China melaporkan sedikitnya 550 orang hilang dan 7 lainnya tewas.
Sebelumnya, lebih dari 700 turis asing dilaporkan hilang di Nepal dan China. Namun data terbaru dari NDRRMA mengungkap sebanyak 260 di antaranya telah ditemukan dalam kondisi selamat.
Di Nepal saja, berdasarkan data Dewan Pariwisata Nepal, 261 warga asing telah diselamatkan, sementara 320 lainnya belum diketahui keberadaannya.
Dalam pembaruan terkini, dewan pariwisata merinci jumlah turis dan peziarah asing yang telah diselamatkan, di antaranya Belgia (1), Bulgaria (1), China (40), Jerman (5), India (167), Italia (2), Malta (4), Oman (1), Portugal (1), Rusia (2), Spanyol (2), Swiss (2), Turki (2), Ukraina (8), dan Amerika Serikat (2).
Sebanyak 21 turis asing lainnya yang sudah ditemukan belum terindentifikasi kewarganegaraan mereka.










