Lansia Tewas saat Kericuhan di Pejompongan, Keluarga Sempat Kehilangan Jejak

Lansia Tewas saat Kericuhan di Pejompongan, Keluarga Sempat Kehilangan Jejak

Berita Utama | inews | Jum'at, 28 Agustus 2026 - 17:33
share

JAKARTA, iNews.id - Warga Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat bernama Bambang Setiyawan (60) meninggal dunia setelah kericuhan terjadi di kawasan Jalan Pejompongan Raya, Jumat (28/8/2026) malam. Diketahui, Bambang sehari-hari berjualan cermin di pinggir Jalan Pejompongan Raya.

Menurut istri Ketua RT 02/RW 06 Pejompongan, Titin (54), Bambang sempat keluar rumah sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, situasi di sekitar lokasi sudah dipenuhi massa.

"Itu sekitar kurang lebih jam 10 malam, almarhum keluar dari sini pakai baju hitam-hitam, kaos hitam, celana hitam," kata Titin di rumah duka, Jumat (28/8/2026).

Titin menjelaskan, massa yang berada di sekitar permukiman sempat berlarian setelah aparat menyemprotkan gas air mata. Warga kemudian berusaha mencari tempat aman di gang-gang permukiman.

"Tiba-tiba tuh massa dilempari air gas mata terus pada kabur ke sini anak-anak ya, kebanyakan sih anak-anak. Terus ya campurlah," sambung dia.Titin mengaku sempat berbincang dengan Bambang sebelum dia menuju toko untuk mengunci pintu. Setelah itu, Bambang tidak lagi terlihat.

"Nah, ternyata dia ke depan nggak pakai alas kaki. Nggak pakai alas kaki dia, jinjit tuh, ke sana jinjit," katanya.

Kemudian, kata Titin, dirinya tidak mengetahui keberadaan Bambang. Pada saat bersamaan, dia melihat peristiwa yang menimpa Fatur (18), warga yang juga sempat dicari keluarganya setelah kericuhan. Fatur kini mengalami luka berat akibat pengeroyokan massa.

"Fatur yang usia 18 tahun itu. Itu yang jelas banget tuh digebukin. Kalau Pak Bambang saya nggak terlalu jelas ya," sambung Titin.

Dia juga menyebut Fatur sempat diseret ketika berada di sekitar gang permukiman.

Sementara itu, Bambang tidak kunjung kembali hingga dini hari. Keluarga kemudian berusaha mencari keberadaannya ke sejumlah rumah sakit, mulai dari RS Pelni Petamburan, RSAL Mintohardjo hingga RS Tarakan. Namun, Bambang belum ditemukan.

Keluarga akhirnya mendapat titik terang setelah anak kedua Bambang kembali mendatangi RSAL Mintohardjo sambil membawa foto korban.

"'Benar itu bapaknya,' tapi sudah dibawa ke rumah sakit Polri," kata Titin menirukan informasi yang diterima keluarga dari petugas rumah sakit.

Saat keluarga kembali ke lingkungan tempat tinggal Bambang, kabar duka diterima.

"Tahu-tahu sudah pada geger di sini katanya Pak Bambang sudah ditemukan tapi sudah dalam keadaan meninggal," ujarnya.

Topik Menarik