Fenomena Misterius di Mampang Jaksel, Warga Rela Tunggu Tengah Malam Demi Rp50 Ribu dari Pak Haji
JAKARTA, iNews.id - Fenomena warga menunggu sosok misterius yang dikenal sebagai ‘Pak Haji’ terjadi setiap malam di Jalan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Mereka rela bertahan hingga dini hari demi mendapatkan uang Rp50 ribu yang dibagikan secara cuma-cuma.
Aktivitas tersebut menjadi pemandangan tersendiri di tengah ramainya Jalan Mampang Prapatan. Sejumlah warga duduk berjejer di pinggir jalan sambil menanti kemunculan sosok yang identitasnya tidak mereka ketahui secara pasti.
Jek (54), salah satu warga yang rutin berada di lokasi, mengaku setiap malam berada di kawasan tersebut. Sehari-hari, dia bekerja mengumpulkan barang bekas.
Sambil menunggu ‘Pak Haji’, Jek menyortir barang-barang bekas yang dia kumpulkan. Istrinya terkadang ikut menemani, bahkan anaknya juga turut membantu.
“Ya kalau emang dia lewat, dapet. Kadang-kadang kalau kebetulan ada istri saya ada pulang, kadang-kadang saya sendiri, Rp50.000 dapetnya. Kalau sama istri, sama anak tiga, Rp150.000,” kata Jek kepada iNews.id, Kamis (27/8/2026) dini hari.
Jek mengatakan waktu kedatangan ‘Pak Haji’ tidak menentu. Dia menyebut sosok tersebut terkadang muncul sekitar pukul 01.30 WIB hingga paling lambat pukul 02.00 WIB.
“Kadang-kadang setengah dua. Mentok-mentoknya jam dua (02.00 WIB), kalau jam dua sudah nggak ada, sudah, orang-orang pada dikit-dikit pada pulang, pulang, pulang. Paling yang sisa-sisa berapa orang, kalau saya mah emang netap ampe pagi, emang kerjaan saya begini tiap hari,” ujarnya.
Menurut cerita Jek, ‘Pak Haji’ merupakan sosok kaya dan memiliki pengaruh di Indonesia. Dia menyebut uang dibagikan kepada orang-orang yang beraktivitas di jalanan, terutama pemulung.
“Pak Haji itu yang diutamain itu pemulung kayak saya ini, yang bawa gerobak. Kalau dia lewat, dia lewat nih, nggak mungkin saya dilewat. Kalau yang lain nongkrong, bawa-bawa badan itu, dilewat. Kalau saya mah nggak, karena diutamain. Tidur pun, saya lagi tidur di samping gerobak, dia lewat, dibangunin, ‘Bapak-bapak, bangun Pak! Bapak-bapak, bangun Pak’, Saya bangun, ambil tuh (duit), dilempar (sama) dia,” ujarnya.
Jek meyakini sosok yang selama ini dikenal sebagai ‘Pak Haji’ bukan orang biasa. Bahkan, dia menyebut terdapat dua orang berbeda yang melakukan aksi bagi-bagi uang Rp50 ribu.
Menurut Jek, perbedaan itu terlihat dari cara keduanya memanggil warga sebelum memberikan uang.
“Ada yang dilempar, ada yang pakai tangan. Sedangkan yang ngasihnya itu ada dua orang yang dilempar, yang manggil Mas, ada yang manggil Bapak gitu, orangnya dua itu dah, kalau nggak salah, dari dulu dah, puluhan tahun itu bagi-bagi duit,” ucapnya.
Kendaraan yang digunakan ‘Pak Haji’ juga disebut berganti-ganti. Jek mengatakan sosok tersebut lebih sering menggunakan mobil berwarna putih, meski beberapa kali datang dengan kendaraan berbeda.
“Innovanya (putih) Ya sekarang kebanyakan mobil putih. Kadang-kadang mobil Fortuner, ganti-ganti dia. Kadang-kadang pakai motor, boncengan dia, boncengan,” tuturnya.
Menurut Jek, pembagian uang tidak hanya berlangsung di Jalan Mampang Prapatan. Dia menyebut kegiatan serupa juga dilakukan di kawasan Tanah Abang dan Manggarai.
Fenomena bagi-bagi uang tersebut rupanya ikut memunculkan modus baru. Jek mengaku menemukan orang yang sebenarnya bukan pemulung, tetapi ikut menunggu dengan membawa karung dan sejumlah kardus agar terlihat seperti pemulung.
“Kadang-kadang orang kan modus, modusnya ginii, karung kadang-kadang diisi kardus dua biji udah disangka pemulung. Karung nih bawa karung kosong, diisiin kardus aja tiga biji udah pemulung hitungannya, padahal bukan. Modus,” ucapnya.
Meski tidak mengetahui identitas ‘Pak Haji’, Jek mengaku bersyukur atas bantuan yang selama ini diterimanya. Uang Rp50 ribu tersebut, menurut dia, dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, termasuk keperluan sekolah anak.
“Karena kan saya punya anak sekolah, ya buat bekal sekolahlah ya kan, membantu,” pungkasnya.










