Kepala BNPB Lapor Prabowo 179.037 Warga NTT Masih Mengungsi: Mereka Takut Gempa Susulan
JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto banyak warga Nusa Tenggara Timur (NTT) memilih bertahan di tenda pengungsian setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7. Suharyanto menyebut jumlah warga yang mengungsi mencapai 179.037 orang.
Menurut Suharyanto, tingginya jumlah pengungsi bukan semata-mata disebabkan kerusakan akibat gempa utama. Warga memilih meninggalkan rumah karena khawatir dengan gempa susulan yang masih terjadi.
"Jadi sebetulnya jumlah pengungsian yang banyak ini bukan karena terdampak gempa secara langsung, tetapi karena gempa susulannya banyak, (jadi) mereka ketakutan," kata Suharyanto dalam rapat koordinasi penanganan bencana gempa bumi di Batalyon Teritorial Pembangunan Kabupaten Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026).
Dia menjelaskan, hingga saat ini tercatat sebanyak 143 kali gempa susulan yang dirasakan warga. Kondisi tersebut membuat masyarakat merasa belum aman untuk kembali ke rumah masing-masing.
Selain gempa susulan, Suharyanto menyebut beredarnya informasi yang tidak benar di media sosial turut memperbesar kekhawatiran warga. Salah satunya mengenai isu akan terjadi gempa dengan kekuatan lebih besar yang disertai potensi tsunami.
"Ditambah lagi, kata dia, adanya isu yang beredar di media sosial (medsos) yang menyatakan bahwa akan ada gempa susulan yang jauh lebih besar dari sebelumnya, dan berpotensi menimbulkan tsunami," ujarnya.
Dia memastikan BNPB bersama seluruh unsur terkait pun terus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk meluruskan informasi tersebut. Pemerintah meminta warga tidak mudah percaya terhadap kabar yang belum terverifikasi.
"Ini yang kami terus perangi, gotong royong semua unsur untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat (tidak ada gempa yang lebih besar dari 7,7 magnitudo)," kata Suharyanto.










