Prabowo Terima Laporan Modus Karhutla Riau, Perusahaan Pakai Petani untuk Bakar Lahan

Prabowo Terima Laporan Modus Karhutla Riau, Perusahaan Pakai Petani untuk Bakar Lahan

Berita Utama | inews | Senin, 24 Agustus 2026 - 13:43
share

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto mendapat laporan mengenai modus perusahaan besar dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau dengan memanfaatkan petani atau masyarakat kecil untuk melakukan pembakaran. Laporan tersebut disampaikan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan saat rapat penanggulangan karhutla di Riau, Senin (24/8/2026).

Dalam rapat tersebut, Herry memaparkan sepanjang 2026, Polda Riau telah menangani 33 laporan polisi dengan 36 tersangka. Luas lahan yang terbakar dalam perkara tersebut mencapai 806,57 hektare.

“Dalam aspek penegakan hukum, sejak tahun 2025 sampai sekarang, kita sudah... kita melakukan pendekatan multi-door approach, sudah ada 94 kasus atau laporan polisi, kemudian dengan 106 tersangka. Khusus untuk 2026, total dari Januari sampai sekarang, 33 laporan polisi dan 36 tersangka dengan luas yang terbakar sejumlah 806,57 hektar,” ujar Herry.

Herry menyampaikan hasil pemetaan kasus menunjukkan karhutla di Riau berkaitan dengan aktivitas manusia, baik dilakukan secara sengaja maupun tidak disengaja.

“Untuk upaya pencegahan sekaligus memutus mata rantai karhutla yang disebabkan, semuanya disebabkan oleh manusia, Bapak. Setelah kita melihat data di 2021-2022 pada saat COVID itu zero Karhutla. Jadi semua saat ini yang dilakukan karhutla, semuanya dari manusia baik yang disengaja maupun tidak disengaja,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, Polda Riau telah memasang 513 plang pengumuman di sejumlah lahan yang sebelumnya terbakar. Lahan tersebut dilarang kembali ditanami untuk mencegah pembakaran berulang.

Herry kemudian memaparkan dugaan modus perusahaan besar yang menggunakan petani atau masyarakat kecil untuk melakukan pembakaran di area tertentu.

“Jadi, bekas kebakaran tidak boleh ada lagi yang melakukan penanaman. Karena ini biasa digunakan modus, modus oleh perusahaan besar, menggunakan petani atau masyarakat kecil, pura-pura memancing di situ kemudian melakukan pembakaran,” ujarnya.

Mendengar laporan tersebut, Prabowo meminta Herry menjelaskan jumlah orang yang diduga berada di lokasi tanpa memiliki lahan di area kebakaran.

“Ada berapa orang?” tanya Prabowo.

“Ada tiga orang pada tahun lalu Bapak,” jawab Herry.

Prabowo kemudian meminta tiga orang tersebut dibawa ke Jakarta untuk menjalani pendalaman. Dia juga menginstruksikan Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Tolong dibawa ke Jakarta ya. Ya? Tolong dikirim ke Jakarta, Kapolri ya. Kita... kita dalami di sini,” tegas Prabowo.

“Siap. Siap Bapak,” jawab Kapolda Riau.

Prabowo juga meminta Badan Intelijen Negara (BIN) terlibat dalam proses pendalaman kasus tersebut.

“Nanti pendalamannya saya juga minta BIN ikut ya,” ujarnya.

“Siap,” jawab Herry.

Topik Menarik