Viral Camat Protes Bantuan Gempa, Pemkab Manggarai Timur Buka Suara
MANGGARAI TIMUR, iNews.id - Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur membantah pernyataan Camat Lamba Leda Utara ditekan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait penandatanganan berita acara penerimaan bantuan logistik untuk korban gempa bumi. Rekaman video perdebatan camat dengan petugas BNPB ini sempat viral di media sosial.
Wakil Bupati Manggarai Timur Tarsisius Syukur mengatakan, pemerintah daerah telah menelusuri persoalan tersebut. Menurutnya, petugas BNPB datang untuk memastikan bantuan dari pemerintah pusat benar-benar sampai ke masyarakat terdampak.
“BNPB hadir hanya untuk memastikan bantuan logistik sampai ke warga terdampak bencana. Bukan menekan seperti yang disampaikan camat,” kata Tarsisius, Senin (24/8/2026).
Dia menjelaskan, distribusi bantuan dilakukan secara bertahap melalui posko utama yang dipimpin Sekretaris Daerah Manggarai Timur. Logistik kemudian disalurkan ke kecamatan-kecamatan terdampak.
“Kita ada 12 kecamatan, wajib mendroping logistik kepada masyarakat yang kena dampak,” katanya.
Eksepsi Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi Diterima, Polda Metro Jaya: Itu Bukan Akhir dari Semuanya
Tarsisius mengatakan pemerintah daerah telah membentuk tim khusus untuk menangani pendistribusian bantuan. Tim tersebut bertugas mengirim logistik dari posko utama menuju posko-posko kecamatan.
“Tim itu yang kemudian meminta untuk menandatangani berita acara ketika memberi bantuan untuk masyarakat,” ujarnya.
Menurut dia, proses penandatanganan berita acara merupakan bagian dari administrasi distribusi bantuan. Karena itu, dia membantah adanya tekanan terhadap Camat Lamba Leda Utara Agus Supratman.
“Sehingga apa yang dikatakan oleh camat (Lamba Leda Utara) bahwa dia ditekan oleh BNPB, itu tidak benar,” katanya.
Pemerintah daerah, kata dia, tetap akan menindaklanjuti polemik tersebut dan melakukan evaluasi.
“Pemerintah daerah akan menindaklanjuti persoalan ini dan mengevaluasi,” ujarnya.
Tarsisius juga meminta video yang telah beredar luas di media sosial tidak digunakan untuk memperkeruh situasi di tengah penanganan bencana.
“Kami berharap bahwa video ini tidak boleh dipakai untuk sesuatu hal untuk meruncing situasi yang tidak benar di Kabupaten Manggarai Timur,” ucapnya.
Sangkal Ada Tren Kenaikan Lepas Kewarganegaraan, Menkum: Yang Ingin Jadi Warga Negara Lebih Banyak
Sebelumnya, video yang memperlihatkan Camat Lamba Leda Utara Agus Supratman berhadapan dengan seorang petugas BNPB beredar luas di Facebook dan TikTok. Dalam video berdurasi sekitar 6 menit 15 detik itu, Agus menyampaikan keberatan terkait distribusi bantuan logistik.
“Bapak bicara di sana bahwa bantuan banyak supaya orang dengar di sana. Saya rekam, Pak. Saya rekam. Bapak sudah keterlaluan,” ujar Agus dalam video tersebut.
“Saya pusing, Pak. Bapak bilang bantuan banyak turun ke sini. Saya tersinggung, Pak. Saya marah, Pak,” katanya lagi.
Petugas BNPB dalam video tampak berusaha memberikan penjelasan. Namun, Agus tetap menyampaikan bahwa dirinya merasa berada dalam tekanan karena harus membagi bantuan ke 11 desa.
“Saya merasa ditekan. Saya harus bagi ke 11 desa, Pak. Bukan begitu caranya. Saya sangat tidak setuju. Saya tahu semua desa protes ke saya. Semua teriak ke saya,” katanya.
Agus juga meminta petugas BNPB turun langsung melihat kondisi masyarakat di desa-desa yang menurutnya belum memperoleh bantuan secara merata.
Polemik tersebut kini menjadi perhatian pemerintah daerah. Pemkab Manggarai Timur memastikan akan mengevaluasi persoalan sambil tetap memprioritaskan distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak gempa.










