Teknologi Video AI Makin Canggih, Wan3.0 Bawa Input Multimodal hingga 30 Detik
JAKARTA, iNews.id - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah cara manusia membuat konten video. Jika sebelumnya generator video AI lebih banyak mengandalkan perintah berbasis teks, teknologi terbaru kini memungkinkan pengguna menggabungkan berbagai jenis input untuk menghasilkan video yang lebih kompleks dan realistis.
Perkembangan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam 2026 AI Creator Festival (Wan | VivaReel AI Creator Conference) yang berlangsung di Mulia Resort, Nusa Dua, Bali, hingga 22 Agustus 2026. Seperti apa informasi selengkapnya dan apa teknologi teranyar yang dikenalkan?
Salah satu teknologi yang diperkenalkan dalam ajang tersebut adalah Wan3.0, model generasi video AI terbaru dari Alibaba. Model ini mulai memasuki tahap beta publik pada awal Agustus 2026 melalui Alibaba Cloud Model Studio dan Qwen Cloud.
Salah satu kemampuan yang menjadi perhatian adalah dukungan input multimodal. Artinya, pengguna tidak hanya dapat memberikan instruksi dalam bentuk teks, tetapi juga memanfaatkan gambar, audio, video, halaman web, hingga dokumen sebagai bahan masukan.
Kemampuan tersebut membuka peluang bagi proses pembuatan video yang lebih fleksibel. Pengguna dapat mengombinasikan berbagai sumber informasi untuk menghasilkan adegan atau cerita dalam satu proses generasi.
Wan3.0 juga disebut mampu menghasilkan video hingga 30 detik dalam satu kali generasi. Selain durasi yang lebih panjang, model ini membawa peningkatan pada konsistensi karakter dan realisme visual.
Perkembangan itu menunjukkan bahwa persaingan teknologi video AI kini tidak lagi sekadar soal menghasilkan gambar bergerak dari teks. Kemampuan memahami berbagai jenis informasi sekaligus menjadi bagian penting dalam pengembangan generator video generasi baru.
Teknologi seperti ini berpotensi digunakan dalam berbagai kebutuhan, mulai dari produksi konten digital, film pendek, pemasaran, hingga pengembangan konsep kreatif. Kreator juga dapat mengeksplorasi ide tanpa harus selalu melalui proses produksi konvensional yang membutuhkan banyak perangkat dan kru.
Dalam 2026 AI Creator Festival, kemampuan teknologi tersebut ditempatkan dalam konteks yang lebih luas, yakni bagaimana AI dapat menjadi alat baru bagi kreator untuk menerjemahkan ide menjadi karya visual.
Festival yang mengusung tema 'Imagination Without Limitation' itu mempertemukan kreator AI, pengembang, investor, dan pelaku industri kreatif dari sekitar 30 negara dan wilayah.
Selain membahas perkembangan teknologi, acara tersebut juga menampilkan sejumlah film pendek berbantuan AI. Salah satu diskusi yang digelar mengangkat tema 'How to Keep Being Human', yang membahas bagaimana kreativitas manusia tetap memiliki peran penting di tengah semakin berkembangnya teknologi generatif.
Ajang tersebut juga menjadi momentum digelarnya 'AI Creator Festival Awards' untuk pertama kalinya. Kompetisi bertema 'LOVE' itu mengajak kreator dari berbagai negara menggunakan teknologi AI untuk menyampaikan cerita emosional yang dapat melampaui batas bahasa dan budaya.
Sebanyak tujuh kreator kemudian menerima penghargaan, terdiri atas satu juara pertama, dua juara kedua, tiga juara ketiga, dan satu penerima penghargaan khusus.
Perkembangan Wan3.0 dan kemunculan berbagai festival kreator AI menunjukkan satu hal, yakni teknologi generatif mulai bergerak dari sekadar eksperimen menjadi bagian dari ekosistem produksi konten. Tantangan berikutnya bukan hanya seberapa realistis video yang dapat dibuat AI, tetapi bagaimana manusia menggunakan teknologi tersebut untuk menghasilkan cerita yang tetap memiliki nilai dan emosi.

