AC Milan Menang Tipisc atas Torino, Ruben Amorim Bongkar Pesan Keras di Ruang Ganti
TURIN, iNews.id - Ruben Amorim mengungkap pesan yang dia sampaikan kepada para pemain AC Milan saat jeda pertandingan melawan Torino, Senin (24/8/2026). Rossoneri akhirnya meraih kemenangan 2-1 dalam laga di Stadio Olimpico Grande Torino setelah tampil lebih agresif pada babak kedua.
Kemenangan tersebut menjadi hasil penting bagi AC Milan setelah sejumlah hasil yang kurang meyakinkan selama pramusim. Namun, Amorim menilai anak asuhnya masih membutuhkan banyak perbaikan sebelum mampu menjalankan gaya bermain yang dia inginkan secara konsisten selama 90 menit.
Pelatih asal Portugal tersebut menyoroti perbedaan permainan AC Milan pada sebagian besar laga dan menit-menit terakhir. Menurut dia, tim mampu memperlihatkan kualitas permainan yang lebih sesuai dengan latihan, tetapi kondisi fisik membuat performa menurun menjelang pertandingan berakhir.
"Bukan hanya golnya, tetapi juga kualitas yang ditunjukkan Cisse selama pertandingan," kata Amorim kepada DAZN Italia.
"Pada babak pertama, dia bermain seperti pemain paling berpengalaman di tim kami, dengan caranya membawa permainan ke depan. Saya pikir kami melihat satu tim selama 75 menit pertama, lalu tim lain di akhir pertandingan, kami kesulitan secara fisik. Untuk melakukan pressing seperti yang kami inginkan selama 90 menit, kami membutuhkan lebih banyak pertandingan di pramusim."
Amorim menyadari sejumlah pemain AC Milan masih dalam proses membangun kebugaran. Dia juga menyebut ada banyak pemain yang baru menjalani pramusim sehingga program latihan tetap akan ditingkatkan dalam beberapa pekan mendatang.
"Kami sedang meningkatkan beberapa pemain, kami memiliki banyak pemain yang sedang menjalani pramusim sekarang, tetapi kami akan melakukan lebih banyak pekerjaan selama pekan ini."
Amorim Ubah Mental Bermain AC Milan
Pertandingan melawan Torino berlangsung penuh ketegangan sebelum AC Milan mampu menciptakan momentum. Amorim mengaku gol tersebut menjadi momen emosional bagi dirinya karena kini dia berada di posisi sebagai pelatih klub yang sebelumnya sering dia saksikan merayakan kemenangan.
Jonatan Christie Dihentikan Bintang Muda Kanada di Perempat Final China Open 2026, Soroti 3 Hal Ini
"Semangat dari gol tersebut adalah untuk seorang pelatih yang sudah merayakan begitu banyak gol Milan, dan sekarang saya adalah pelatih Milan, jadi saya juga ingin merasakan semangat itu dari staf saya."
Amorim melihat AC Milan mulai menunjukkan pola permainan yang lebih mendekati apa yang mereka kerjakan selama latihan. Namun, dia menegaskan perubahan gaya bermain membutuhkan waktu.
"Saya pikir kami melihat cara bermain yang lebih mirip dengan apa yang biasa kami lakukan, tetapi kami membutuhkan waktu agar tim ini bermain dengan cara yang berbeda. Namun, pada menit-menit akhir kami bekerja sebagai tim, berjuang dan bertahan, kami lelah, tetapi kami adalah sebuah tim. Itu perasaan yang sangat bagus."
Salah satu perubahan menarik terlihat ketika Rabiot masuk dari bangku cadangan. Dia menggantikan Ruben Loftus-Cheek dan ditempatkan lebih maju sebagai gelandang serang atau trequartista, bukan di posisi yang biasa dia tempati saat masih ditangani pelatih sebelumnya, Max Allegri.
Perubahan pendekatan juga terlihat setelah jeda. Amorim mengungkap para pemain Milan terlalu berorientasi menjaga hasil pada babak pertama sehingga kehilangan agresivitas di area sepertiga akhir lapangan.
Timnas Indonesia Kembali ke Jakarta Besok Jelang Piala AFF 2026, Langsung Uji Coba Stadion Pakansari
"Pada babak pertama, perhatian para pemain saya adalah mengontrol pertandingan, jangan kalah, jangan kalah saat transisi, tetapi kami kurang agresif di sepertiga akhir. Kami membicarakan hal itu di ruang ganti, mereka memahami ini bukan cara untuk memenangkan pertandingan."
"Ini bukan soal bermain imbang, bukan menunggu pertandingan, kami perlu melakukan itu untuk memenangkan pertandingan. Kami memberikan lebih banyak kecepatan pada 20 menit pertama babak kedua, karena sekali lagi saya pikir kami kekurangan fisik pada saat ini."
Bagi Amorim, kemenangan tetap menjadi prioritas utama AC Milan. Dia menilai seluruh pembahasan mengenai sistem permainan dan proses adaptasi tidak boleh menghilangkan tujuan utama sebuah pertandingan sepak bola.
"Hal yang paling penting adalah menang. Kami berbicara tentang cara bermain, tetapi ada satu tujuan dalam sepak bola, yaitu menang. Itu belum cukup, tidak mungkin cukup untuk Milan, tetapi kami menunjukkan sebagian dari apa yang kami kerjakan dalam latihan dan pramusim, bahkan di bawah tekanan, dan itu perasaan yang bagus," ujarnya.
Amorim juga sudah mengetahui sejumlah aspek yang harus segera diperbaiki. Dia menaruh perhatian pada kemampuan Milan menyerang kotak penalti, menjaga area pertahanan sendiri, hingga menghadapi tekanan ketika sedang menguasai bola.
"Kami perlu bekerja tentang bagaimana menyerang kotak penalti, bagaimana mempertahankan kotak penalti kami sendiri, bagaimana bertahan sambil menguasai bola, jadi saya senang hari ini karena kami menang, dan kekhawatiran akan menjadi urusan besok."
Dalam pertandingan tersebut, Diego Moreira hanya berada di bangku cadangan dan belum menjalani debut bersama AC Milan. Rafael Leao juga tidak masuk skuad karena sedang menjalani pemulihan dari cedera ringan.
Kemenangan atas Torino menjadi modal penting bagi Amorim untuk melanjutkan proses perubahan di AC Milan. Namun, sang pelatih sudah mengingatkan timnya masih memiliki pekerjaan besar, terutama untuk menjaga intensitas, agresivitas, dan kekuatan fisik sepanjang pertandingan.










