6 Pesawat TNI AU Angkut 31 Ton Bantuan Diterbangkan ke NTT-Kalimantan, Instruksi Prabowo

6 Pesawat TNI AU Angkut 31 Ton Bantuan Diterbangkan ke NTT-Kalimantan, Instruksi Prabowo

Terkini | inews | Senin, 24 Agustus 2026 - 07:36
share

JAKARTA, iNews.id - Enam pesawat TNI Angkatan Udara (AU) diberangkatkan untuk mengirimkan bantuan ke sejumlah wilayah terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kalimantan, Senin (24/8/2026). Pemberangkatan dilakukan sekitar pukul 04.30 WIB.

Dari enam pesawat tersebut, tiga di antaranya diterbangkan menuju NTT, masing-masing ke Labuan Bajo dan Maumere. 

Bantuan yang dikirim ke NTT mencapai 31 ton berupa logistik siap makan. Bantuan tersebut antara lain terdiri dari biskuit, wafer, protein bar, roti, serta berbagai kebutuhan pangan lainnya.

Selain kebutuhan pangan, pemerintah turut mengirimkan mainan untuk anak-anak yang berada di wilayah terdampak bencana.

Sementara itu, tiga pesawat TNI AU lainnya diberangkatkan menuju Kalimantan, masing-masing dengan tujuan Pontianak, Palangka Raya, dan Banjarmasin.

Pesawat-pesawat tersebut mengangkut 500 unit mesin pompa air. Pengiriman ini merupakan bagian dari total 2.000 unit mesin pompa yang akan dikirimkan secara bertahap.

Pengiriman pompa air dilakukan sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto dan berdasarkan permintaan para gubernur di wilayah Kalimantan.

Setiap mesin pompa dilengkapi dengan selang atau pipa sepanjang satu kilometer. Peralatan tersebut akan digunakan untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan lahan gambut.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan Prabowo telah memberikan arahan agar penanganan bencana dilakukan secara cepat dan terpadu.

"Arahan Presiden Prabowo sangat jelas, penanganan harus dilakukan secara cepat dan terpadu, serta setiap unsur harus pastikan bantuan logistik benar-benar sampai dan diterima masyarakat yang membutuhkan," kata Teddy.

Menurutnya, pemerintah akan terus memastikan kebutuhan masyarakat terdampak bencana terpenuhi melalui pengiriman bantuan secara bertahap.

"Pemerintah memastikan masyarakat terdampak tidak berjalan sendiri. Kita hadir dan membersamai mereka," ucap dia.

Topik Menarik