Trump Ancam Hukum Negara-negara yang Kerja Sama Ekonomi dengan Iran

Trump Ancam Hukum Negara-negara yang Kerja Sama Ekonomi dengan Iran

Terkini | inews | Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:39
share

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam negara-negara dan perusahaan yang masih menjalin kerja sama ekonomi dengan Iran. Mereka akan menghadapi konsekuensi ekonomi berat jika membantu Teheran di tengah operasi perang ekonomi yang dilancarkan Washington.

Trump mengatakan AS akan menindak setiap pihak yang memberikan bantuan ekonomi kepada Iran, termasuk melalui lembaga keuangan, perusahaan, bandara, maupun entitas pemerintah.

“Saya juga mengumumkan, negara mana pun yang mengizinkan lembaga keuangan, bisnis, bandara, atau entitas pemerintahnya untuk memberi bantuan apa pun kepada Iran, akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang luar biasa,” kata Trump melalui akun Truth Social, dikutip Kamis (20/8/2026).

Ancaman tersebut menjadi bagian dari langkah terbaru Trump untuk mengisolasi Iran dari perekonomian global. Dia menyebut kebijakan itu sebagai “operasi ekonomi paling menghancurkan” yang pernah diterapkan terhadap suatu negara.

“Ini akan menjadi perang ekonomi dan isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya,” tulis Trump.

Trump menegaskan AS berupaya memutus aliran keuangan dan perdagangan yang menopang perekonomian Iran. Dia juga secara khusus menargetkan praktik penyelundupan minyak, pertukaran keuangan, transfer uang tunai, pendaftaran kapal, serta penggunaan perusahaan fiktif.

Menurut Trump, seluruh jalur tersebut harus dihentikan agar Iran semakin terisolasi dan tidak memiliki akses terhadap pasar internasional.

Trump juga mendesak negara-negara sekutu AS ikut menerapkan tekanan terhadap Teheran. Dia meminta mereka bergabung dalam upaya mengisolasi Iran.

“Kita membutuhkan seluruh sekutu untuk berdiri bersama AS untuk mengisolasi dan mengalahkan ancaman Iran,” katanya.

Dia juga menyebut mata uang Iran tidak berharga dan perekonomian negara tersebut berada di ujung tanduk. 

Sementara itu Iran menilai, kebijakan terbaru Trump hanya merupakan versi baru dari kampanye “tekanan maksimum” yang sebelumnya telah gagal.

Kantor berita pemerintah Iran, Tasnim, menyebut Trump telah berulang kali menggunakan tekanan ekonomi terhadap Teheran dan kini kembali mengandalkan strategi serupa.

Menurut Tasnim, Iran telah belajar menghadapi pembatasan keuangan dan perdagangan yang diterapkan AS selama bertahun-tahun. Teheran bahkan disebut telah mengembangkan kemampuan untuk menghindari berbagai pembatasan tersebut.

“Iran telah belajar untuk menghindari pembatasan ini dan telah mahir melakukannya,” demikian pernyataan Tasnim.

Topik Menarik