KAI Segera Bangun 8 Tower Hunian Vertikal di Manggarai, Terhubung Stasiun

KAI Segera Bangun 8 Tower Hunian Vertikal di Manggarai, Terhubung Stasiun

Terkini | inews | Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:53
share

JAKARTA, iNews.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI akan membangun delapan tower hunian vertikal dengan total 3.784 unit di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan. Proyek yang digarap KAI Properti itu dirancang menggunakan konsep Transit Oriented Development (TOD) dan berjarak sekitar 400 meter dari Stasiun Manggarai.

Kesiapan lokasi pengembangan hunian tersebut ditinjau Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, dan Direktur Utama KAI Properti Mohamad Ramdany, Selasa (18/8/2026).

Peninjauan tersebut untuk melihat kesiapan lokasi sekaligus rencana pengembangan kawasan hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik.

Menteri PKP Maruarar Sirait, Dirut PT KAI Bobby Rasyidin, dan Dirut KAI Properti Mohamad Ramdany saat meninjau lokasi pengembangan hunian vertikal di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2026). (Foto: Dok. KAI)

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan properti dan pengelolaan kawasan berbasis transportasi, KAI Properti akan mengoptimalkan lahan milik KAI di sekitar Stasiun Manggarai menjadi kawasan hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik dan berbagai aktivitas pendukung.

“Peninjauan hari ini menjadi bagian penting bagi KAI Properti untuk melihat secara langsung kesiapan lokasi dan memastikan rencana pengembangan kawasan dapat berjalan sesuai arah yang telah ditetapkan. Pengembangan hunian vertikal di kawasan Manggarai ini merupakan bagian dari upaya KAI Properti dalam mengoptimalisasi lahan milik KAI sekaligus mendukung program pemerintah dalam bidang penyediaan hunian,” ujar Ramdany dalam keterangannya dikutip, Rabu (19/8/2026).

Ramdany menambahkan, hunian vertikal Manggarai akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 2,2 hektare, yang terdiri atas Blok G seluas sekitar 0,7 hektare dan Blok F sekitar 1,5 hektare. Lahan tersebut berstatus Hak Pakai PT KAI.

Berdasarkan rencana pengembangan, kawasan tersebut akan memiliki delapan tower, terdiri atas tiga tower di Blok G dan lima tower di Blok F. Setiap tower direncanakan memiliki 24 lantai.

Secara keseluruhan, proyek tersebut akan menyediakan 3.784 unit hunian serta 150 unit ruang retail untuk mendukung aktivitas ekonomi di kawasan.

Konsep TOD diterapkan dengan mengintegrasikan fungsi hunian dengan jaringan transportasi publik dan aktivitas masyarakat di sekitarnya. 

Dari lokasi pengembangan, Stasiun Manggarai berjarak sekitar 400 meter dan berdasarkan perencanaan akses dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar empat menit.

Penataan kawasan juga akan memperhatikan area pedestrian, ruang terbuka hijau, serta fasilitas komunal untuk menunjang mobilitas dan aktivitas penghuni.

“Sebagai pengembang, kami tidak hanya melihat proyek ini dari sisi penyediaan unit hunian, tetapi juga bagaimana kawasan ini dapat dirancang untuk mendukung aktivitas masyarakat di dalamnya. Karena itu, aspek konektivitas, fungsi ruang, fasilitas pendukung, hingga hubungan kawasan dengan lingkungan sekitarnya menjadi bagian dari perencanaan kami,” ucapnya. 

Kawasan hunian tersebut juga berada dekat dengan sejumlah fasilitas publik dan pusat aktivitas perkotaan. Berdasarkan pemetaan kawasan, fasilitas pendidikan, kesehatan, perdagangan, hingga transportasi publik tersedia dalam radius sekitar tiga kilometer dari lokasi.

Dia menyebut, tahap awal pengembangan di Blok G ditargetkan dimulai pada Agustus 2026, kemudian dilanjutkan dengan pengembangan Blok F pada Oktober 2026.

“Kami berharap pengembangan hunian berbasis TOD ini dapat menghadirkan lingkungan tempat tinggal yang terhubung dengan berbagai pusat aktivitas dan simpul transportasi. Kami juga terus memastikan kesiapan proyek agar dapat berjalan sesuai rencana,” tuturnya.

Topik Menarik