Masalah Mental Jadi Penyebab Bimo/Arlya Tersingkir di Kejuaraan Dunia BWF 2026

Masalah Mental Jadi Penyebab Bimo/Arlya Tersingkir di Kejuaraan Dunia BWF 2026

Olahraga | inews | Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:38
share

NEW DELHI, iNews.id - Masalah mental menjadi sorotan setelah Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran tersingkir dari Kejuaraan Dunia BWF 2026. Ganda campuran Indonesia itu mengakui kehilangan fokus dalam momen penting membuat mereka gagal mengimbangi pasangan Jepang Yuichi Shimogami/Sayaka Hobara.

Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran harus mengakhiri perjalanan di Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah kalah pada babak 32 besar. Pertandingan tersebut berlangsung di Indira Gandhi Arena, New Delhi, India, Rabu (19/8/2026).

Menghadapi unggulan ke-13 asal Jepang, Yuichi Shimogami/Sayaka Hobara, Bimo/Arlya belum mampu menemukan permainan terbaik. Mereka menyerah dua gim langsung dengan skor 13-21 dan 16-21.

Bimo Prasetyo menilai secara pola permainan, dia dan Arlya sebenarnya masih mampu memberikan perlawanan. Namun, konsistensi fokus menjadi kendala utama yang membuat mereka kehilangan banyak peluang.

"Dari gim pertama sampai kedua, kami fokus pikirannya selalu goyah, naik turun. Selalu dari sudah unggul atau poin yang mepet-mepet, fokusnya hilang," kata Bimo.

Menurut Bimo, pertandingan tersebut memberikan gambaran mengenai hal yang harus diperbaiki ke depan. Dia menyebut kekuatan mental menjadi faktor penting agar mereka bisa tampil lebih stabil saat menghadapi lawan dengan tekanan tinggi.


Bawa Pulang Evaluasi Penting dari Kejuaraan Dunia

Bimo menjelaskan permainan mereka sebenarnya cukup mampu mengimbangi gaya bermain pasangan Jepang. Namun, masalah dalam menjaga konsentrasi membuat performa mereka tidak bisa maksimal sepanjang pertandingan.

"Dari cara bermain, pola permainan kami merasa kami bisa mengimbangi tapi kami masih perlu konsisten di pikiran dan mentalnya," ujar Bimo.

Sementara itu, Arlya Nabila Thesya Munggaran menyebut kekalahan tersebut memberikan banyak pelajaran bagi mereka. Dia menilai ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, mulai dari fokus, penyelesaian poin kritis, hingga kemampuan mempertahankan keunggulan.

"Banyak pelajaran yang bisa kami ambil hari ini. Dari cara mainnya, fokusnya, bagaimana mengatasi poin-poin kritis, bagaimana cara mempertahankan keunggulan," tutur Arlya.

Selain faktor mental dan fokus, Arlya juga melihat kekuatan fisik masih menjadi bagian yang harus diperkuat. Dia ingin meningkatkan kemampuan tersebut agar bisa lebih siap menghadapi pertandingan dengan intensitas tinggi.

"Kami juga harus menambah kekuatan tangan," ungkap Arlya.

Kekalahan dari Yuichi Shimogami/Sayaka Hobara membuat langkah Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran terhenti di Kejuaraan Dunia BWF 2026. Namun, keduanya membawa evaluasi penting untuk meningkatkan performa pada turnamen berikutnya.

Topik Menarik