Identitas Pendaki Remaja asal Brebes Jatuh ke Kawah Gunung Slamet saat Selfie

Identitas Pendaki Remaja asal Brebes Jatuh ke Kawah Gunung Slamet saat Selfie

Nasional | inews | Rabu, 19 Agustus 2026 - 03:30
share

TEGAL, iNews.id – Selfie berujung maut. Insiden itu dialami pendaki remaja berusia 16 tahun asal Brebes yang terjatuh ke kawah Gunung Slamet, Selasa (18/8/2026) pagi. 

Korban diketahui bernama M Fahri Maulana, warga Sirampog, Kabupaten Brebes. Dia mendaki Gunung Slamet melalui jalur Sawangan, Bumijawa, Kabupaten Tegal. 

Insiden ini terjadi sekitar pukul 09.00 WIB dan langsung dilaporkan ke Kantor SAR Semarang melalui Unit Siaga SAR Pemalang dari rekan basecamp Bosapala Sawangan. 

Korban dilaporkan terpeleset saat swafoto di area bibir kawah gunung dengan ketinggian 3.428 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut. 

“Kami menerima info dari rekan basecamp Bosapala Sawangan bahwa telah terjadi satu pendaki yang jatuh di kawah gunung Slamet,” ujar Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, dikutip dari iNews Semarang, Selasa (18/8/2026).

Dia mengatakan, satu tim sudah dkkerahkan untuk bergabung dengan tim SAR setelah menerima laporan pendaki jatuh ke kawah Gunung Slamet. “Kami telah mengirimkan satu tim bergabung dengan tim SAR gabungan untuk melakukan evakuasi,” ucapnya.

Hingga saat ini, kondisi korban belum dapat dipastikan sebab tim SAR masih dalam perjalanan menuju lokasi kejadian. Namun, berdasarkan laporan dari pendaki yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut, tubuh korban tidak menunjukkan pergerakan.

“Kondisi survivor (korban) secara pasti belum diketahui, namun berdasarkan laporan yang masuk, tidak ada pergerakan,” katanya.

Dalam proses pencarian dan evakuasi, tim SAR gabungan membawa sejumlah perlengkapan khusus untuk menghadapi medan ekstrem di kawasan kawah Gunung Slamet. Tim dibekali peralatan evakuasi di ketinggian karena lokasi jatuhnya korban diperkirakan berada sekitar 30 hingga 50 meter dari bibir kawah.

Selain perlengkapan evakuasi vertikal, tim juga membawa breathing apparatus atau tabung oksigen untuk mengantisipasi keberadaan gas beracun di kawasan gunung tertinggi di Jawa Tengah tersebut.

Saat ini tim SAR gabungan masih menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi. Kondisi cuaca menjadi salah satu faktor penting dalam kelancaran operasi penyelamatan.

Topik Menarik