Pejabat Senior FIFA Dipecat usai Kritik Gianni Infantino, Ada Apa?
ZURICH, iNews.id - FIFA mengakhiri hubungan kerja dengan Chief Operating Officer (COO) Kevin Lamour setelah pejabat senior tersebut melontarkan kritik keras terhadap rencana investasi privat Presiden FIFA Gianni Infantino.
Kepergian Lamour menjadi sorotan karena sebelumnya dia secara terbuka menentang proyek investasi privat yang sempat didorong Infantino. FIFA menyatakan hubungan kerja dengan pejabat asal Prancis itu berakhir pada 17 Agustus 2026.
FIFA sebelumnya mendapat tekanan besar setelah muncul laporan di The Times mengenai rencana Infantino menjual sebagian saham minoritas hak komersial Piala Dunia melalui jalur investasi privat. Rencana tersebut menjadi salah satu isu paling kontroversial dalam kepemimpinan Infantino menjelang pemilihan presiden FIFA berikutnya pada Maret tahun depan.
Dalam skema tersebut, FIFA Forward Enterprise (FFE) direncanakan menjadi perusahaan yang mengendalikan hak komersial sejumlah turnamen. Perusahaan itu juga disebut akan menjual sebagian saham minoritas kepada investor privat.
Igor Tolic Punya Misi Khusus di Piala Presiden 2026: Pemain Baru Harus Tahu Besarnya Persib
Infantino bahkan dilaporkan berpotensi menjadi komisaris FFE. Posisi tersebut dinilai bisa memberikan penghasilan jauh lebih tinggi dibandingkan gaji yang dia terima sebagai Presiden FIFA.
Rencana itu langsung memicu kemarahan dari berbagai elemen sepak bola dunia. Sejumlah asosiasi anggota FIFA menilai proposal tersebut belum disampaikan secara memadai kepada mereka.
Infantino kemudian mengirim surat kepada 211 asosiasi anggota FIFA. Dia menjanjikan pembayaran masing-masing 30 juta poundsterling jika mereka mendukung proposal tersebut. Rencana itu membutuhkan suara mayoritas untuk dapat disahkan.
Namun, dukungan terhadap proposal tersebut justru merosot dengan cepat. Hanya beberapa hari setelah FIFA mengumumkan rencana tersebut, proposal investasi privat akhirnya diputuskan tidak dilanjutkan.
Kontroversi itu juga membuat posisi Infantino menghadapi tekanan politik yang semakin besar. UEFA bahkan mengancam memboikot sejumlah agenda FIFA, termasuk Piala Dunia putra dan putri.
Sejumlah asosiasi sepak bola nasional juga disebut mulai menarik dukungan terhadap Infantino menjelang pemilihan presiden FIFA pada Maret 2027. Presiden CONCACAF Victor Montagliani menjadi salah satu nama yang diyakini sedang mempertimbangkan kemungkinan maju melawan Infantino.
Kritik dari Orang Dalam FIFA
Tekanan paling tajam terhadap Infantino justru datang dari orang-orang yang berada di lingkaran senior FIFA. Penasihat senior Infantino, Carlos Cordeiro, memilih mengundurkan diri setelah muncul proposal tersebut.
Cordeiro menyebut rencana itu sebagai "kesepakatan yang buruk bagi sepak bola" dan menegaskan dia "tidak terlibat" dalam penyusunannya.
Sementara itu, Lamour memberikan kritik lebih keras. COO FIFA tersebut menyebut rencana investasi privat Infantino sebagai "proyek satu orang".
Lamour kemudian menegaskan sikapnya dengan pernyataan: "Proyek ini tidak boleh dilanjutkan ... tetapi sekarang waktunya bagi para pemimpin politik sepak bola untuk mengajukan pertanyaan yang tepat dan mengambil keputusan yang tepat.
"Dan jika itu berarti saya kehilangan pekerjaan, biarlah. Saya akan memahami dan menghormati keputusan tersebut. Setidaknya saya bisa tidur nyenyak malam ini."
Kini, FIFA mengumumkan Lamour sudah meninggalkan posisinya sebagai COO. Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom mengirim surat kepada staf pada Senin yang menyatakan FIFA dan Lamour "telah sepakat untuk berpisah".
Dalam surat tersebut, Grafstrom juga menyampaikan keputusan itu diambil setelah pertimbangan matang serta tetap disertai penghormatan kepada Lamour secara pribadi dan profesional.
Namun, Sky News melaporkan versi berbeda. Media tersebut mengklaim Lamour sebenarnya dipecat FIFA, bukan sekadar meninggalkan jabatan melalui kesepakatan bersama.
Saat SPORTbible meminta tanggapan, FIFA tidak memberikan komentar tambahan selain pernyataan resmi dari juru bicara mereka.
"FIFA dapat mengonfirmasi hubungan kerja antara FIFA dan Kevin Lamour sebagai Chief Operating Officer FIFA telah berakhir pada 17 Agustus 2026.
"FIFA berterima kasih kepada Kevin atas dua tahun pengabdiannya dan mendoakan yang terbaik untuk masa depannya."
Lamour sebelumnya bergabung dengan UEFA pada 2006 ketika Michel Platini masih menjabat sebagai presiden. Dia juga menjadi bagian dari tim Infantino saat pria asal Swiss itu mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA pada 2014.
Pada 2024, Lamour kemudian dipercaya menduduki posisi Chief Operating Officer FIFA. Hanya dua tahun setelah mendapatkan jabatan tersebut, kariernya di FIFA berakhir di tengah kontroversi besar terkait rencana investasi privat yang menuai penolakan dari berbagai pihak.










