Pramono Minta Pasar Kramat Jati Ditata usai Pelajar Tewas Tertabrak Truk
JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta Pemerintah Kota Jakarta Timur menata kawasan Pasar Induk Kramat Jati. Permintaan ini menyusul seorang pelajar tewas akibat kecelakaan di kawasan tersebut.
Pramono menjelaskan, penataan tersebut berkaitan dengan aktivitas pedagang ikan yang dinilai tidak boleh mengganggu badan jalan.
"Saya sudah meminta kepada jajaran terkait, terutama kepada Wali Kota dan juga kepada Satpol PP, yang begini enggak boleh terulang," ujar Pramono saat ditemui di Jakarta Internasional Velodrome, Jakarta Timur, Selasa (18/8/2026).
Politisi PDIP itu menambahkan, aktivitas perdagangan ikan di pinggir jalan diduga menyebabkan jalan menjadi basah, sehingga berpotensi membuat permukaan jalan licin.
"Karena memang kondisinya adalah karena jalan yang licin, terpeleset, dan kemudian tertabrak oleh mobil Dinas Lingkungan Hidup," kata dia.
Pramono juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pelajar tersebut. DIa berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Sebagai informasi, seorang pelajar berinisial HH (17) tewas di Jalan Raya Bogor, kawasan Pasar Induk Kramat Jati, pada Senin (17/8/2026). Saat melintas, pelajar tersebut diduga kehilangan kendali akibat kondisi jalan yang licin.
Korban kemudian jatuh ke arah kanan jalan. Pada saat bersamaan, truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta melintas dan menabrak korban.










