HUT ke-81 RI, Pramono Ingatkan Jajaran Pemprov DKI: Kemerdekaan Harus Diisi Kerja Nyata
JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata untuk masyarakat. Hal itu disampaikan saat memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Balai Kota DKI Jakarta, Senin (17/8/2026).
Dalam upacara tersebut, Pramono bertindak sebagai inspektur upacara. Dia mengatakan kemerdekaan bukan sekadar warisan yang dirayakan setiap tahun, tetapi menjadi amanah yang harus diwujudkan melalui pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
"Hari ini kita kembali diingatkan bahwa kemerdekaan bukan hanya warisan untuk dikenang dan dirayakan, melainkan amanah yang harus dijaga dan diisi dengan kerja nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara," ujar Pramono.
Menurutnya, bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, makna kemerdekaan salah satunya diwujudkan dengan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan demikian, warga dapat merasa terlindungi, aman, dan nyaman saat menjalani aktivitas di Jakarta.
Pramono menuturkan Jakarta juga terus berupaya mengakselerasi pembangunan untuk menjadi pusat perekonomian sekaligus kota global. Salah satu modal penting untuk mencapai target tersebut adalah menjaga ketahanan ekonomi.
"Maka spirit untuk jaga Jakarta ini tetap kita lanjutkan dan mudah-mudahan Jakarta tetap dalam kondisi yang terkendali dengan baik," katanya.
Dia menyebut perekonomian Jakarta pada triwulan II 2026 tumbuh sebesar 5,52 persen dan memberikan kontribusi 16,32 persen terhadap perekonomian nasional. Sementara itu, tingkat inflasi Jakarta tercatat 2,5 persen.
Menurut Pramono, capaian tersebut harus menjadi dorongan bagi Pemprov DKI untuk memastikan pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.
Selain sektor ekonomi, Pemprov DKI juga terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM). Hal tersebut tercermin dari indeks pembangunan manusia (IPM) Jakarta pada 2025 yang mencapai 85,05.
Untuk meningkatkan kualitas SDM, sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas melalui berbagai program, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), hingga pemutihan ijazah.
"Harus dijaga dan diisi dengan kerja nyata," tegas Pramono.
Di bidang kesehatan, Pemprov DKI juga berkomitmen meningkatkan kualitas layanan melalui pembangunan rumah sakit berstandar internasional. Salah satunya direncanakan dibangun di lahan eks Rumah Sakit Sumber Waras.
Sementara itu, berbagai persoalan perkotaan juga menjadi perhatian Pemprov DKI, mulai dari kemacetan, banjir, kebutuhan hunian, penciptaan lapangan kerja, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pembangunan infrastruktur Jakarta terus dipercepat. Salah satunya melalui penyelesaian pembangunan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai yang direncanakan diresmikan pada Agustus 2026.
Pemprov DKI juga tengah mengembangkan MRT fase 2 rute Bundaran HI-Kota Tua, pedestrian deck Dukuh Atas, serta memperluas layanan Transjabodetabek dan Transjakarta hingga Kepulauan Seribu.
Meski pembangunan infrastruktur terus digenjot, Pramono menegaskan aspek lingkungan tetap menjadi perhatian. Menurutnya, diperlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk menghadapi persoalan sampah, kemarau panjang, hingga keterbatasan air.
Di sisi lain, kepercayaan publik terhadap pemerintah juga menjadi bagian penting dalam pembangunan Jakarta. Pemprov DKI berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk kesembilan kalinya secara berturut-turut.
"Capaian ini adalah bentuk akuntabilitas sekaligus amanah untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat," kata dia.
Untuk mendukung pembangunan jangka panjang, Pemprov DKI juga menyiapkan berbagai inovasi pembiayaan, salah satunya melalui skema creative financing.
"Kemerdekaan hari ini bukan lagi tentang pertempuran fisik dengan mengangkat senjata, melainkan tentang menurunkan ego untuk saling mendengar, bekerja bersama," tandas Pramono.










