Lody Natasha dan Sasty Laksamana Tembus P2 Ladies AXCR 2026, Bawa Merah Putih hingga Garis Finis
PHITSANULOK, iNews.id - Lody Natasha dan Sasty Laksamana berhasil finis sebagai runner-up atau P2 kategori Ladies di Asia Cross Country Rally (AXCR) 2026. Mereka menuntaskan sekitar 2.000 kilometer lintasan selama tujuh hari di Thailand.
Dua pembalap Indonesia tersebut juga mencatat posisi P12 dari 26 peserta kelas T1D (Modified Diesel) dan P21 dari 42 peserta overall. Hasil tersebut diraih saat mereka bersaing dengan pembalap profesional serta tim-tim yang mendapat dukungan pabrikan internasional.
AXCR 2026 berlangsung pada 9-15 Agustus 2026. Lody dan Sasty menggunakan Toyota Hilux 2020 sebagai privateer Indonesia untuk menyelesaikan seluruh rangkaian perlombaan hingga garis finis.
Perjalanan mereka mendapat dukungan PT Pertamina (Persero) sebagai Main Sponsor. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya keduanya kembali membawa nama Indonesia ke salah satu ajang rally raid paling menantang di Asia.
Bagi Lody, AXCR 2026 merupakan penampilan ketujuh. Sementara itu, Sasty menjalani keikutsertaan keempat. Keduanya kembali bertarung di kelas T1D yang dihuni pembalap profesional dan tim dengan dukungan pabrikan besar seperti Toyota, Ford, Isuzu, serta Mitsubishi.
Hasil tahun ini memang belum menyamai pencapaian mereka pada AXCR 2025. Saat itu, Lody dan Sasty berhasil menjadi juara kategori Ladies serta menempati P19 overall.
Namun, AXCR 2026 kembali memperlihatkan kerasnya persaingan rally raid. Perubahan posisi dapat terjadi setiap hari karena peserta harus menghadapi lintasan panjang, navigasi, kondisi kendaraan, batas kecepatan, penalti, hingga keputusan cepat selama perlombaan.
Ribuan Kilometer dan Tantangan Navigasi
AXCR memiliki karakter berbeda dibandingkan rally konvensional. Pembalap tidak mendapatkan kesempatan melakukan survei lintasan secara bebas sebelum perlombaan dan harus mengandalkan road book bergaya tulip untuk membaca arah sekaligus menyesuaikan diri dengan kondisi lintasan.
CdM Tim Indonesia Pastikan Atlet Tetap Nyaman meski Menginap di Kapal Pesiar pada Asian Games 2026
Dengan total jarak sekitar 2.000 kilometer, setiap stage menuntut konsistensi. Kesalahan navigasi atau persoalan kendaraan dapat langsung memengaruhi posisi dalam klasemen.
“AXCR itu benar-benar tidak bisa ditebak. Hari ini kita bisa berada di posisi yang bagus, besok bisa berubah jauh. Jaraknya sangat panjang dan kita harus menjaga mobil sekaligus menjaga pace. Jadi bukan hanya soal siapa yang paling cepat,” kata Lody Natasha
Menurut Lody, kemampuan mengemudi hanya menjadi salah satu bagian dari tantangan AXCR. Pembalap juga harus mampu membaca navigasi secara cepat, mengambil keputusan di lintasan, menjaga kendaraan selama ribuan kilometer, serta berkoordinasi dengan mekanik agar mobil mampu menyelesaikan setiap stage.
Menariknya, kehidupan Lody dan Sasty di luar lintasan sangat berbeda dengan dunia balap. Lody dikenal sebagai florist sekaligus entrepreneur, sedangkan Sasty berprofesi sebagai dokter gigi.
Keduanya juga menjalani peran sebagai ibu sehingga harus membagi waktu antara keluarga, pekerjaan, dan aktivitas motorsport. Status sebagai privateer turut membuat perjalanan menuju AXCR memiliki tantangan tersendiri dibandingkan tim yang mendapatkan dukungan penuh dari pabrikan.
Perjalanan mereka menuju AXCR 2026 dibangun melalui dukungan berbagai pihak. Selain PT Pertamina (Persero), keduanya mendapat dukungan Yokohama Geolandar Japan sebagai International Sponsor serta perusahaan, usaha lokal, komunitas, teman, dan individu yang ikut membantu perjalanan mereka.
Bagi Lody dan Sasty, dukungan tersebut memiliki arti penting karena menjadi bagian dari perjalanan mereka untuk kembali berada di starting line dan membawa nama Indonesia dalam persaingan rally raid internasional.
Finis AXCR 2026 Jadi Pijakan untuk Mimpi Lebih Besar
Pencapaian P2 Ladies, P12 T1D, dan P21 overall menjadi penutup perjalanan Lody dan Sasty di AXCR 2026. Meski belum mampu mengulang keberhasilan tahun sebelumnya, keduanya tetap berhasil menyelesaikan seluruh perlombaan.
“Buat kami, hasil ini memang belum seperti yang kami harapkan. Tapi AXCR mengajarkan bahwa kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi sampai benar-benar melewati finish line. Dan akhirnya kami tetap sampai di sana," ujarnya.
Jadwal Timnas Basket Putri Indonesia U-18 vs Samoa di Perempatfinal FIBA U-18 Womens Asia Cup 2026
Finis tersebut memiliki arti tersendiri karena AXCR 2026 berlangsung pada bulan kemerdekaan Indonesia. Membawa mobil privateer Indonesia melewati ribuan kilometer lintasan dan mencapai garis finis menjadi pencapaian yang tetap mereka syukuri.
Bagi Lody, perjalanan di AXCR juga semakin menguatkan mimpi untuk membawa Merah Putih ke level yang lebih tinggi. Dia ingin suatu hari tampil di kejuaraan dunia rally raid, termasuk Rally Raid Portugal dan, jika mendapat kesempatan, Dakar Rally.
“Saya tidak tahu kapan mimpi itu bisa terwujud. Tapi saya ingin terus mencoba. Semoga Tuhan merestui dan suatu hari nanti saya bisa membawa nama Indonesia lebih jauh lagi," tuturnya.
AXCR 2026 pun bukan menjadi akhir perjalanan Lody Natasha dan Sasty Laksamana. Setelah melewati tujuh hari perlombaan dan sekitar 2.000 kilometer lintasan, keduanya membawa pulang pengalaman, hasil P2 Ladies, serta modal penting untuk menghadapi tantangan berikutnya.
Perjalanan tersebut memperlihatkan perjuangan dua privateer Indonesia untuk tetap bersaing di tengah tim-tim internasional. Bagi Lody dan Sasty, garis finis AXCR 2026 bukan sekadar penanda berakhirnya perlombaan, tetapi juga pijakan untuk mengejar mimpi membawa nama Indonesia lebih jauh di dunia rally raid.










