Rombak Jajaran Petinggi Militer, Iran Siapkan Perang Panjang Lawan AS dan Israel
TEHERAN, iNews.id - Iran melakukan perombakan di jajaran petinggi militer serta menata ulang agar lebih gesit dan agresif dalam menghadapi perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Diyakini, konfrontasi melawan dua negara tersebut akan memakan waktu panjang.
Mohammad Reza Naqdi, jenderal di Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang juga penasihat komandan pasukan tersebut, mengatakan serangkaian penunjukan petinggi militer pekan ini menandai pergeseran menuju doktrin ofensif.
"Kapan pun kondisi memungkinkan dan perintah dikeluarkan, kita harus mampu melancarkan operasi ke wilayah musuh," ujar Naqdi, dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah, belum lama ini.
Dia juga membedakan pendekatan baru tersebut dengan doktrin sebelum perang pada 28 Februari.
Ini merupakan penjelasan resmi paling gamblang disampaikan seorang petinggi militer Iran mengenai strategi di balik keputusan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei dalam mengisi jabatan-jabatan kunci militer.
Penunjukan tersebut mencakup promosi Mohsen Rezaei, mantan komandan IRGC dan tokoh veteran politik Iran, yang memimpin Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.
Pengumuman itu disampaikan bersamaan dengan perintah untuk mengintegrasikan pusat komando operasional militer, dikenal dengan Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya, ke dalam Staf Umum yang mengoordinasikan strategi militer secara keseluruhan.
"Langkah ini tentu akan meningkatkan kecepatan dan membantu penerapan doktrin ofensif tersebut," kata Naqdi, seraya menambahkan adanya kebutuhan yang semakin mendesak untuk mengintegrasikan data medan perang secara real-time.
Naqdi menambahkan, produksi rudal balistik Iran terus berjalan pesat, bahkan jumlahnya jauh melampaui level penggunaan di masa perang. Bukan hanya itu, kebutuhan rudal Iran mengindikasikan persediaan yang cukup untuk diekspor ke negara lain.
"Bahkan jika perang berlangsung selama bertahun-tahun, kami akan terus menembakkan rudal ke arah musuh hingga titik penghabisan," ujarnya, seraya menambahkan luas wilayah Iran memungkinkan tersedianya ratusan lokasi potensial yang dapat dan telah digunakan untuk memproduksi rudal.










