Marc Marquez Terancam Dipaksa Pensiun? Pedro Acosta Jadi Ujian Terbesar di Ducati
SILVERSTONE, iNews.id – Marc Marquez mendapat peringatan keras mengenai masa depannya di MotoGP. Kehadiran Pedro Acosta sebagai calon rekan setim baru di Ducati dinilai bisa memunculkan tekanan besar terhadap juara dunia sembilan kali tersebut.
Marquez menjalani musim yang penuh perubahan. Dia sempat mengalami cedera dan diterpa kekhawatiran pensiun sebelum bangkit secara luar biasa dengan meraih tiga kemenangan dalam empat balapan.
Namun, tanda bahaya muncul pada balapan terakhir di Silverstone. Empat motor Aprilia tampil jauh lebih superior dibandingkan Ducati milik pembalap asal Spanyol tersebut.
Ducati sebelumnya mendominasi dengan memenangi gelar pembalap dan konstruktor dalam empat musim terakhir. Performa di Silverstone kemudian memunculkan dugaan era kejayaan pabrikan Italia itu mulai mendekati akhir.
Dominasi Ducati Dinilai Mulai Runtuh
Jurnalis MotoGP ternama, Ricard Jove, menilai perubahan kekuatan sedang terjadi. Dia menyoroti keberhasilan seluruh pembalap Aprilia berada di barisan depan.
“Kita harus menilai sejauh mana era Ducati telah berakhir dan sebuah era baru telah dimulai, yang sangat mungkin terjadi,” ujar Jove kepada MotoSan.
“Itu mungkin, karena jika ada empat motor dan keempatnya berada di depan, tentu ada sesuatu yang sedang terjadi,” ucapnya.
Jove menilai perubahan siklus kekuatan merupakan hal yang pernah terjadi di MotoGP. Honda dan Yamaha juga sempat mengalami berakhirnya masa dominasi.
“Mungkin waktunya Ducati telah berakhir, seperti yang pernah dialami Honda dan Yamaha. Kita telah melihat pergantian siklus yang tak terhitung jumlahnya,” katanya.
“Selain itu, pembalap yang secara konsisten memberikan hasil untuk Ducati tidak tampil bagus di sirkuit ini. Jadi, sepertinya kita sedang menyaksikan pergantian kekuasaan yang harus benar-benar terlihat dalam sepuluh balapan berikutnya,” ujarnya.
Sorotan kemudian mengarah kepada Marquez. Legenda asal Spanyol itu merebut gelar dunia kesembilan pada musim lalu dan mendominasi Francesco Bagnaia dengan selisih besar.
Bagnaia akan meninggalkan Ducati pada musim dingin. Posisinya bakal digantikan Pedro Acosta, pembalap Spanyol yang berusia 11 tahun lebih muda dari Marquez dan sudah menebar ancaman kepada para rival.
Pedro Acosta Bisa Tekan Marc Marquez
Kehadiran Acosta berpotensi menjadi tantangan serius bagi Marquez. Persaingan tersebut juga dapat memunculkan pertanyaan mengenai keputusan sang juara dunia bertahan di MotoGP hingga akhir 2028.
Jove tidak ingin menentukan waktu yang tepat bagi Marquez untuk pensiun. Keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan sang pembalap.
“Saya selalu berpendapat saya tidak akan pernah berbicara, atau akan berusaha tidak berbicara, mengenai kapan Marc harus atau tidak harus pensiun karena, terus terang, itu keputusannya, bukan keputusan saya,” ujarnya.
Meski demikian, Jove menilai Marquez akan mempertaruhkan banyak hal pada musim depan. Tekanan bisa semakin berat apabila rekan setim barunya mampu mengalahkan dia sepanjang musim.
“Namun, memang benar Marc juga mempertaruhkan banyak hal tahun depan. Sebab, pensiun ketika dia memutuskan dan menginginkannya merupakan satu hal, tetapi memiliki perasaan rekan setim mengalahkan Anda dengan telak sepanjang musim dan mungkin memaksa Anda pensiun merupakan hal lain,” ucapnya.
Kisah Luar Biasa Hakim Danish, Rival Vega Ega Pratama yang Miliki Tribun Khusus di Sirkuit Sepang
Jove tetap menilai terlalu dini untuk memberikan penilaian akhir terhadap Marquez maupun Ducati. Sepuluh balapan masih tersisa dengan karakter sirkuit dan kebutuhan motor yang berbeda.
“Tidak perlu ada kekhawatiran seperti itu. Kita tidak boleh terlalu berorientasi pada hasil. Jorge Martin belum habis di Sachsenring dan Marc juga belum habis sekarang,” katanya.
“Masih ada sepuluh balapan. Ada berbagai jenis sirkuit, sebagian cocok untuk gaya berkendara tertentu dan sebagian lainnya sesuai dengan motor tertentu. Akan ada sedikit dari semuanya,” ujarnya.
Para pembalap sebelumnya menjalani jeda hampir satu bulan untuk berada di rumah, bersantai, dan menikmati waktu di pantai. Jove menilai tekanan sesungguhnya akan terlihat ketika rangkaian balapan padat dimulai.
“Kita baru saja melewati hampir satu bulan ketika semua orang berada di rumah, di pantai, dan bersantai. Tunggu sampai kita memasuki dua atau tiga balapan beruntun, ketika Anda menghadapi orang yang sama setiap hari, hotel, mobil, lintasan. Jika ada gesekan, dampaknya akan berlipat ganda,” ucapnya.









