Prabowo Kirim 50.000 Paket Sembako untuk Korban Gempa M7,7 NTT, Perintahkan Pejabat Pusat ke Lokasi Bencana
JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto memberangkatkan Bantuan Presiden (Banpres) berupa 50.000 paket sembako untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Bantuan tersebut menjadi bagian dari langkah cepat pemerintah menangani dampak bencana.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, puluhan ribu paket sembako tersebut telah diberangkatkan menuju Maumere untuk segera disalurkan kepada masyarakat terdampak.
“Telah diberangkatkan ke Maumere berupa 50.000 paket sembako dari Banpres untuk masyarakat terdampak,” kata Teddy dalam keterangannya.
Selain mengirimkan bantuan logistik, Prabowo menugaskan sejumlah pejabat pemerintah pusat untuk langsung menuju Labuan Bajo dan Maumere. Mereka antara lain Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Kepala Basarnas.
Wakil Menteri Kesehatan dan Wakil Menteri Sosial juga ditugaskan ke lokasi. Pemerintah turut mengerahkan tim dari PLN, Pertamina, Telkom dan Bulog untuk mendukung penanganan dampak gempa.
“Presiden Prabowo telah memerintahkan seluruh jajaran untuk bergerak cepat melakukan penanganan dan memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan,” ucap Teddy.
Sementara Kepala BNPB Suharyanto memastikan bantuan presiden yang dikirim Prabowo segera didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.
“Ini segera kami akan kirimkan untuk membantu kebutuhan logistik awal di daerah bencana,” kata dia.
Pemerintah tidak hanya menyiapkan paket sembako untuk warga terdampak gempa NTT. Berbagai kebutuhan dasar juga dipastikan tersedia, mulai dari makanan, minuman, air bersih, tenda atau tempat berlindung, genset, hingga kebutuhan darurat lainnya.
Persediaan logistik di wilayah sekitar lokasi bencana juga terus dioptimalkan. Suharyanto mengatakan Kementerian Sosial dalam satu hingga dua hari ke depan akan menggeser stok bantuan dari kabupaten tetangga yang mengalami dampak lebih ringan atau tidak terdampak gempa.
Salah satu wilayah yang memiliki persediaan logistik adalah Flores Timur. Kementerian Sosial dan BNPB masih memiliki sejumlah kebutuhan dasar di gudang logistik yang dapat segera dimanfaatkan untuk membantu masyarakat terdampak gempa.
Logistik tersebut sebelumnya disiapkan sebagai cadangan untuk menangani masyarakat terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
“Di gudang masih banyak barang-barang, dan untuk sementara ini akan kita geser ke daerah terdampak bencana gempa bumi,” kata Suharyanto.
Berdasarkan catatan BNPB hingga pukul 15.00 WIB, sebanyak 38 orang meninggal dunia akibat gempa. Sementara itu, dua orang mengalami luka berat dan 11 orang luka ringan. Selain korban jiwa, sebanyak 2.000 orang dilaporkan mengungsi secara mandiri.
Wilayah yang mengalami dampak bencana paling signifikan yakni Kabupaten Manggarai, kemudian disusul Kabupaten Manggarai Timur.










