Polri Bergerak Cepat, Evakuasi Korban Gempa M7,7 hingga Dirikan Posko Pengungsi di NTT

Polri Bergerak Cepat, Evakuasi Korban Gempa M7,7 hingga Dirikan Posko Pengungsi di NTT

Terkini | inews | Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:53
share

JAKARTA, iNews.id - Polri bergerak cepat merespons bencana gempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Personel kepolisian dikerahkan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan, Polri berempati terhadap masyarakat yang terdampak gempa. Jajaran kepolisian pun langsung bergerak membantu proses evakuasi, pertolongan, hingga penanganan dampak bencana.

“Polri tentu berempati terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa di NTT. Polri bergerak cepat untuk membantu masyarakat, khususnya dalam proses evakuasi, pertolongan dan penanganan dampak bencana,” ujar Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Polri langsung mendirikan posko pengungsian atau tenda darurat di sejumlah wilayah NTT setelah gempa terjadi. Langkah tersebut dilakukan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

Personel kepolisian juga diterjunkan untuk melakukan evakuasi terhadap masyarakat yang menjadi korban. Selain itu, polisi memberikan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) kepada warga di wilayah terdampak.

“Yang menjadi prioritas adalah keselamatan masyarakat. Personel kita di lapangan diarahkan untuk membantu evakuasi dan memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Johnny.

Polri selanjutnya mendata korban serta kerusakan bangunan dan sarana prasarana lainnya. Personel juga dikerahkan untuk memberikan bantuan medis kepada korban dan masyarakat terdampak gempa.

Dalam penanganan bencana, Polri berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya.

“Penanganan ini dilakukan secara bersama-sama dengan seluruh stakeholder. Polri terus berkoordinasi dengan BPBD, TNI, pemerintah daerah dan instansi terkait agar proses evakuasi maupun bantuan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Selain itu, patroli dan pengamanan ditingkatkan guna mencegah terjadinya gangguan kamtibmas. Polisi turut membantu proses evakuasi masyarakat dan korban, mendirikan posko terpadu bersama stakeholder, serta memantau perkembangan situasi di lapangan.

Masyarakat juga diimbau untuk terus mengikuti informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Polri turut mengirimkan bantuan logistik untuk membantu kebutuhan warga terdampak.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG maupun petugas di lapangan. Jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah situasi bencana,” kata Johnny.

Topik Menarik