Dampak Gempa M 7,7 NTT, Pelabuhan Maumere hingga Hotel di Labuan Bajo Rusak
FLORES, iNews.id – Bencana gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,7 yang dipicu oleh aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores (Flores Back Arc Thrust) meluluhlantakkan sejumlah bangunan dan fasilitas publik di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kuatnya guncangan menyebabkan kerusakan parah dari skala ringan, sedang, hingga berat di berbagai kawasan terdampak. BMKG mencatat tingkat guncangan berada pada skala IV hingga VII MMI.
Kerusakan bangunan rumah warga hingga fasilitas umum dilaporkan terjadi di Maumere, Manggarai Barat, hingga Labuan Bajo. Kerusakan sedang hingga berat juga melanda area Pelabuhan Maumere, Hotel Jayakarta Labuan Bajo, hingga bangunan gereja di Borong.
BMKG menjelaskan bahwa gempa dahsyat ini mengulang histori gempa besar tahun 1992 di mana saat itu terjadi gempa magnitudo 7,5 yang memicu tsunami hebat dan kerusakan parah.
Pihak BMKG mengonfirmasi bahwa peringatan dini tsunami telah resmi diakhiri. Meski demikian, aktivitas gempa susulan terpantau masih sangat aktif. BMKG telah mencatat sebanyak 37 kali gempa susulan pascaguncangan utama dan berjanji akan terus memantau pergerakan muka air laut serta gempa susulan secara berkala.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga dan mencegah timbulnya korban tambahan.
BNPB meminta masyarakat tetap tenang namun tidak terburu-buru kembali memasuki rumah atau gedung yang mengalami keretakan. Hal tersebut berpotensi bahaya apabila gempa susulan kembali terjadi. Warga juga diimbau untuk tetap menjauhi kawasan pantai hingga pengawasan kondisi air laut benar-benar dipastikan aman sepenuhnya.
Saat ini, BPBD bersama pihak terkait masih terus melakukan kaji cepat di lapangan guna memperbarui data pasti mengenai total korban jiwa, jumlah bangunan rusak, serta fasilitas umum yang terdampak di seluruh kabupaten di Flores.










