Eks Danjen Kopassus Sindir Kasus Roy Suryo-Tifa Dagelan Hukum hingga Permainan Kotor

Eks Danjen Kopassus Sindir Kasus Roy Suryo-Tifa Dagelan Hukum hingga Permainan Kotor

Terkini | inews | Jum'at, 14 Agustus 2026 - 15:15
share

JAKARTA, iNews.id - Mantan Komandan Jenderal Kopassus, Mayjen (Purn) Soenarko menyinggung peristiwa yang dialami Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa dalam kasus ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) sebagai 'dagelan' penegakan hukum.

"Pengadilan ini, yang dimulai dari prapid, ini dagelan penegakan hukum yang sedang berjalan di Republik Indonesia ini. Kalau tidak dibilang dagelan penegakan hukum, ini permainan politik kotor," ujarnya kepada wartawan, Jumat (14/8/2026).

Soenarko menilai aneh jika penelitian soal ijazah Jokowi berujung pada penetapan tersangka Roy Suryo dan Dokter Tifa.

"Kemudian pihak Jokowi, dengan dukungan back up, dia punya kekuatan, aneh bin ajaib buntutnya. Jokowi belum menunjukkan ijazah aslinya, tahu-tahu Roy-Tifa sudah ditersangkakan dengan alasan memfitnah, mencemarkan nama baik, dan lain sebagainya," katanya.

Maka dari itu, dia berharap kubu Roy Suryo-Dokter Tifa mendapatkan keadilan atas apa yang mereka alami imbas adanya dagelan penegakan hukum yang dimaksud.

"Kami sekarang, menuntut ini dibuka, dahulu ada nasihat orang tua, langit mau runtuh pun hukum harus ditegakkan. Karena itu kita berupaya skenario dagelan penegakan hukum ini kita harus bisa kalahkan dengan fakta-fakta yang sekarang ditunjukkan, disampaikan para lawyer," katanya.

Sementara itu, Juru Bicara Forum Purnawirawan Prajurit TNI (FPP TNI), Laksma (Purn) Moeryono Aladin menambahkan, penetapan tersangka Roy Suryo dan Tifa sebagai bentuk kriminalisasi. Dia berharap Presiden Prabowo Subianto bisa membenahi tata kelola penegakan hukum dengan lebih baik ke depannya sehingga tidak terjadi lagi kasus-kasus kriminalisasi.

"Kami yang tergabung dalam FPP TNI meyakini apa yang dilakukan penyidik dalam menentukan tersangka Mas Roy dan Dokter Tifa itu suatu hal yang tidak benar, tidak sah. Inilah menunjukkan di Indonesia, khususnya di ranah hukum masih terjadi kriminalisasi," ujarnya.

"Kami sudah sampaikan ke Pak Prabowo supaya jangan ada kriminalisasi pada Mas Roy dan Dokter Tifa, mereka ini pejuang kebenaran," kata Moeryono lagi.

Topik Menarik