Dari Sekolah Rakyat ke Istana Negara: Ismi Ulfaida Jadi Siswi Sekolah Rakyat Pertama Lolos Paskibraka Nasional
JAKARTA, iNews.id — Menjelang puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, berbagai persiapan dan rangkaian perayaan kemerdekaan mulai berlangsung meriah di seluruh pelosok Tanah Air.
Salah satu cerita paling menginspirasi datang dari Sulawesi Barat, di mana Ismi Ulfaida, siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Polewali Mandar (Polman), mencatatkan sejarah sebagai siswi sekolah rakyat pertama yang berhasil lolos menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional.
Mampu mengatasi rasa rindu pada keluarga selama masa karantina, Ismi sukses melewati empat tahapan seleksi ketat hingga akhirnya mengamankan posisi dalam barisan pengibar Sang Saka Merah Putih di Istana Negara.
Persiapan matang juga terus digenjot di kawasan Istana Merdeka, Jakarta, melalui pelaksanaan gladi kotor upacara HUT ke-81 RI. Rangkaian gladi diawali dengan kirab pasukan dari kawasan Monas menuju halaman istana, disusul penataan formasi khusus pengibaran dan penurunan bendera oleh anggota Paskibraka.
Tak hanya itu, pertunjukan udara turut dimatangkan dengan menerjunkan sekitar 81 unit pesawat dan helikopter milik TNI yang melakukan latihan atraksi di atas langit Jakarta untuk memeriahkan upacara utama mendatang.
Namun, di tengah kemeriahan perayaan kemerdekaan, sebuah insiden kelelahan mewarnai kegiatan di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Puluhan peserta gerak jalan tingkat SLTP dan SLTA dilaporkan jatuh pingsan sesampainya di garis akhir setelah menempuh rute sepanjang lima kilometer di bawah sengatan terik matahari.
Banyaknya peserta yang kolaps membuat guru dan petugas P3K kewalahan, hingga menyebabkan lima siswa di antaranya harus dilarikan ke UGD Rumah Sakit TC Hillers Maumere untuk mendapatkan perawatan medis darurat.
Di wilayah lain, nuansa nasionalisme digaungkan lewat berbagai aksi penyiapan rekor dan unjuk kebolehan masal. Di Jember, Jawa Timur, sebanyak 3.290 mahasiswa baru Politeknik Negeri Jember membentuk atraksi paper mob raksasa bernuansa kemerdekaan di tengah kampus.
Sementara itu, Kota Semarang berhasil memecahkan rekor dengan menghadirkan 25.000 penari gabungan yang membawakan Tari Semarangan secara masal di Lapangan Pancasila. Kemeriahan tersebut ditutup oleh aksi ribuan warga Yogyakarta yang membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 1.000 meter di kawasan Malioboro lewat parade kebangsaan bertajuk Suara Inklusi untuk Semua.










