Heboh! Presiden Kamerun Melancong ke Eropa, Belum Pulang 2 Bulan

Heboh! Presiden Kamerun Melancong ke Eropa, Belum Pulang 2 Bulan

Berita Utama | inews | Senin, 10 Agustus 2026 - 11:24
share

YAOUNDE, iNews.id - Presiden Kamerun Paul Biya bikin heboh negaranya, melancong ke Eropa sejak 2 bulan lalu dan belum kembali sampai sekarang. Ini merupakan lawatan luar negeri paling panjang yang dilakukan pria 93 tahun tersebut, memicu kritikan tentang kekosongan kekuasaan dan kekhawatiran mengenai kesehatrannya.

Biya merupakan presiden tertua di dunia dan telah memimpin Kamerun sejak 1982. Dia terakhir dilantik pada November 2025 untuk periode kedelapan setelah memenangkan pemilu kontroversial.

Biya meninggalkan Kamerun pada 7 Juni untuk melakukan "kunjungan pribadi singkat ke Eropa". Pemerintahnya kemudian mengonfirmasi bahwa Biya kini berada di Swiss.

Kesehatan presiden telah lama menjadi topik spekulasi karena dia menghabiskan waktu sangat panjang di Eropa, termasuk Prancis dan Swiss. Dia menghabiskan waktu beberapa pekan di luar negeri sambil menyerahkan sementara pemerintahan kepada pejabat partai dan anggota keluarga.

UUD Kamerun tidak secara khusus melarang seorang presiden meninggalkan negara selama berbulan-bulan. Namun Kamerun merupakan negara tanpa wakil presiden, sehingga penggantinya ditunjuk sepenuhnya oleh Biya.

Bahkan para politisi oposisi menyebut pemerintahan Kamerun dijalankan dengan autopilot.

Pemimpin oposisi Kamerun Issa Tchiroma Bakary mengatakan, ada persepsi luas di Kamerun bahwa kondisi Biya sedang tidak baik-baik saja. Ketidakhadirannya membuat marah pihak oposisi.

Bakary merupakan lawan Biya dalam pemilihan presiden pada Oktober 2025, namun kalah.

“Kehadiran Biya yang sangat lama di Swiss hanya memperburuk kurangnya legitimasi dan upaya putus asa untuk mempertahankan kekuasaan dengan kekerasan,” kata Bakary, dalam pesan teks dari pengasingannya di Gambia, seperti dikutip dari Associated Press, Senin (10/8/2026). 

Dalam pilpres 2025 Bakary meraup lebih dari 35 persen suara, menuduh Biya melakukan kecurangan.

Terpilihnya kembali Biya pada 2025 memicu demonstrasi luas menyebabkan setidaknya empat orang tewas.

Biya berkuasa setelah pengunduran diri presiden pertama Kamerun, Ahmadou Ahidjo, yang menjabat pada 1960 hingga 1982.

Topik Menarik