Modifikasi Cuaca Terkendala, Pemerintah Pakai Water Bombing Padamkan Kebakaran Bromo

Modifikasi Cuaca Terkendala, Pemerintah Pakai Water Bombing Padamkan Kebakaran Bromo

Terkini | inews | Senin, 10 Agustus 2026 - 06:52
share

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah memutuskan memperkuat pemadaman kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, dengan menggunakan metode water bombing yang dibantu pasukan darat. Water bombing adalah teknik pemadaman kebakaran, terutama kebakaran hutan dan lahan, dari udara dengan cara menjatuhkan air atau bahan kimia khusus

Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah berkoordinasi langsung dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait kondisi cuaca. Berdasarkan perhitungan teknokratik, peluang pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) dalam 10 hari mendatang sangat kecil.

“Operasi modifikasi cuaca tidak bisa dilakukan sampai 10 hari ke depan. Tadi sudah saya telepon langsung kepada Kepala BMKG, tadi juga ada staf beliau yang datang. Secara matematis, secara teknokratik dihitung, hampir mustahil 10 hari ke depan ada OMC,” kata Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, usai mengecek langsung kondisi kebakaran, Minggu (9/8/2026).

Karena itu, strategi pemadaman akan difokuskan pada dua kekuatan utama, yakni operasi water bombing dari udara dan pengerahan pasukan darat. Kedua upaya tersebut akan dilakukan secara berkelanjutan sampai api benar-benar padam dan kawasan dapat kembali beroperasi.

“Jadi kita betul-betul mengandalkan: satu, water bombing, yang kedua, pasukan darat,” ujarnya.

Menhut menegaskan, water bombing akan terus dilakukan hingga kondisi kebakaran benar-benar terkendali. Operasi udara tersebut tidak akan dihentikan sebelum kawasan dinyatakan aman dan seluruh aktivitas dapat kembali berjalan.

“Hari ini 30 water bombing, tinggal 10 lagi karena udah 20. Insya Allah sampai padam, sampai semua bisa beroperasi lagi baru nanti water bombing-nya berhenti,” katanya.

Topik Menarik