Iran: AS-Israel Kehabisan Kata-Kata untuk Jelaskan Kegagalan Perang
TEHERAN, iNews.id - Iran menyebut Amerika Serikat (AS) dan Israel telah gagal total dalam perang yang kembali pecah sejak 28 Februari 2026. Bahkan, para pemimpin kedua negara disebut tidak lagi memiliki jawaban untuk menjelaskan kepada publik maupun pemerintahan masing-masing terkait kegagalan tersebut.
Komandan Korps Mohammad Rasulullah, bagian dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Brigjen Hassan Zadeh, mengeklaim AS dan Israel bukan sekadar gagal mencapai tujuan perang, tetapi mengalami kegagalan total.
Menurut dia, salah satu tujuan utama serangan tersebut adalah melucuti program nuklir Iran. Namun, hingga kini tujuan itu tidak tercapai.
"Para pemimpin AS dan Israel saat ini tidak memiliki jawaban untuk disampaikan ke publik maupun pemerintahan masing-masing atas kegagalan yang terus berulang," kata Zadeh, kepada kantor berita Tasnim, seperti dikutip Minggu (9/8/2026).
Zadeh menyampaikan pernyataan tersebut saat mengunjungi batalyon pertahanan udara Divisi Mohammad Rasulullah ke-27. Dia menilai, kekuatan rakyat dan kesiapan pasukan Basij membuat Iran tetap menjadi salah satu kekuatan utama di kawasan maupun dunia.
"(Berkat) Kekuatan rakyat serta kesiapan total Basij, Iran menjadi salah satu kekuatan utama di kawasan dan dunia," ujarnya.
Dia juga menegaskan bahwa kemampuan yang telah dikerahkan Iran dalam menghadapi AS dan Israel belum sepenuhnya digunakan.
Menurut Zadeh, Divisi Mohammad Rasulullah ke-27 baru menunjukkan sebagian dari kemampuan dan tingkat kesiapan militernya selama perang berlangsung.
"Saat ini, hanya sebagian dari kemampuan dan kesiapan Divisi Mohammad Rasulullah ke-27 yang luar biasa, telah ditunjukkan di bidang ini," katanya.
Perang terbaru itu merupakan serangan gabungan AS dan Israel yang kedua terhadap Iran setelah konflik serupa pada Juni 2025. Namun, terdapat perbedaan dalam keterlibatan Amerika Serikat.
Pada perang 2025, AS baru terlibat menjelang akhir pertempuran dengan melancarkan serangan terhadap tiga fasilitas nuklir Iran. Setelah itu, gencatan senjata disepakati untuk mengakhiri pertempuran.
Sementara dalam perang yang dimulai pada 28 Februari 2026, AS dan Israel kembali berupaya menekan Iran, termasuk menargetkan kemampuan militernya serta program nuklir negara tersebut.
Para pejabat Iran berulang kali menegaskan serangan musuh tidak berhasil mencapai seluruh tujuan yang ditetapkan. Pernyataan Zadeh terbaru kembali menegaskan posisi Teheran bahwa AS dan Israel justru menghadapi kegagalan dalam mencapai target perang mereka.










