Gol Timnas Indonesia Terus Menurun, Respons John Herdman di Luar Dugaan

Gol Timnas Indonesia Terus Menurun, Respons John Herdman di Luar Dugaan

Olahraga | inews | Jum'at, 7 Agustus 2026 - 16:45
share

SINGAPURA, iNews.id – Gol Timnas Indonesia terus menurun dalam tiga pertandingan Grup A Piala AFF 2026. Namun, pelatih John Herdman memilih tidak panik menjelang laga penentuan melawan Singapura.

Timnas Indonesia mengawali turnamen dengan mencetak lima gol saat mengalahkan Kamboja 5-1. Skuad Garuda kemudian menang 3-0 atas Timor Leste sebelum takluk 0-3 dari Vietnam.

Penurunan produktivitas tersebut menjadi sorotan menjelang duel di Stadion Jalan Besar, Singapura, Jumat (7/8/2026). Rizky Ridho dan rekan-rekan harus tampil maksimal demi menjaga langkah menuju fase berikutnya.


John Herdman Tak Mau Pemain Terbebani

John Herdman memberikan respons di luar dugaan ketika membahas penurunan jumlah gol Timnas Indonesia. Dia tidak ingin persoalan produktivitas menjadi beban berlebihan bagi para pemain.

“Saya rasa itu bukan hal yang terlalu kami fokuskan. Dalam turnamen seperti ini, kami lebih melihat area yang perlu berkembang,” katanya dalam konferensi pers.

Herdman tetap mengakui ketepatan penyelesaian akhir di sekitar kotak penalti perlu ditingkatkan. Namun, perhatian yang terlalu besar terhadap masalah itu dinilai bisa membuat pemain kehilangan kebebasan saat memperoleh peluang.

“Salah satunya memang presisi penyelesaian akhir di sekitar kotak penalti. Namun, semakin besar perhatian terhadap hal itu, semakin besar pula tekanan kepada pemain yang justru harus bermain bebas ketika mendapat peluang,” katanya.

Pelatih asal Inggris tersebut lebih memilih menilai perkembangan Timnas Indonesia melalui keseluruhan proses permainan. Skema yang berjalan efektif dan kemampuan memperbaiki kesalahan menjadi bagian penting dalam evaluasinya.


Transisi Terbuka Jadi Bahan Evaluasi

Timnas Indonesia masih mempunyai sejumlah pekerjaan rumah setelah kalah dari Vietnam. Herdman secara khusus menyoroti transisi permainan yang terlalu terbuka dan berpotensi kembali menghadirkan masalah.

“Karena itu kami lebih memilih tetap fokus pada proses. Ada banyak hal positif dari pertandingan melawan Vietnam. Memang ada beberapa transisi permainan yang terlalu terbuka dan itu akan kami perbaiki,” katanya.

Herdman juga mengingatkan para pemain agar tidak menyamakan kekuatan Singapura dengan Vietnam. Kedua tim mempunyai identitas berbeda sehingga Garuda membutuhkan pendekatan yang sesuai sepanjang 90 menit.

“Vietnam bukanlah Singapura. Singapura adalah tim yang berbeda dengan identitas permainan yang berbeda pula. Para pemain memahami betapa pentingnya pertandingan ini,” ujarnya.

Tekanan besar dalam laga penentuan tidak boleh mengganggu fokus pemain. Herdman menempatkan ketenangan dan konsistensi menjalankan proses sebagai kunci untuk memburu kemenangan.

“Sebagai pelatih, tugas saya adalah menjaga mereka tetap tenang dan tetap fokus pada proses yang bisa membawa kami meraih kemenangan,” ujarnya.

Respons Herdman memperlihatkan fokus Timnas Indonesia bukan sekadar mengejar peningkatan jumlah gol. Perbaikan transisi, kebebasan pemain dalam menyelesaikan peluang, dan ketenangan menjadi modal Garuda menghadapi Singapura.

Topik Menarik