Bos Tambang Beri Rp1 Miliar ke Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto, Atur Hasil Audit
JAKARTA, iNews.id - Direktur PT Dinamika Sejahtera Mandiri (DSM), Tjia Peng Tjoan (Peng) mengaku pernah memberikan uang Rp1 miliar kepada mantan Ketua Ombudsman, Hery Susanto. Pemberian uang itu untuk mengatur laporan hasil pemeriksaan (LHP) Ombudsman.
Kesaksian itu disampaikan Peng dalam sidang kasus dugaan korupsi tata kelola usaha pertambangan 2013-2025 dengan terdakwa Hery Susanto. Saat uang itu diberikan, Hery masih merupakan anggota Ombudsman.
"Benar, jumlahnya Rp1 miliar. Sebenarnya kan kita (serahkan) Rp1 miliar itu enggak utuh-utuh, Pak, Sebenarnya bertahap," ujar Peng di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Menurut bos perusahaan tambang itu, uang tersebut berasal dari kas PT Dinamika Sejahtera Mandiri. Uang diserahkan kepada Lukman Malanuang sebelum akhirnya diberikan kepada Hery.
Peng mengaku tidak mengetahui pasti apakah uang itu diterima oleh Hery. Dia hanya mengetahui uang yang diserahkan Lukman kepada Hery baru senilai Rp200 juta.
Peng lantas menjelaskan uang itu dimaksudkan untuk mengurangi nilai kewajiban beban Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB). Uang itu untuk menurunkan beban PNBP menjadi Rp4 miliar dari nilai yang tadinya Rp32 miliar.
"Berarti nilai kewajiban sebelum adanya LAHP Ombudsman berapa yang saudara saksi ingat?" tanya jaksa.
"Rp32 miliar," jawab Peng.
"Setelah LHP diterbitkan berapa nilai kewajiban?" tanya jaksa lagi.
"Sekitar Rp4 miliar," tutur Peng.
Diketahui, Hery Susanto didakwa menerima suap Rp4,8 miliar terkait kasus dugaan korupsi tata kelola usaha pertambangan nikel. Jumlah tersebut terdiri dari uang sebanyak Rp2,6 miliar dan rumah senilai Rp2,2 miliar.
"Bahwa terdakwa Hery Susanto selaku pegawai negeri atau penyelenggara negara, yaitu sebagai Anggota Ombudsman periode 2021 sampai dengan 2026 telah menerima hadiah atau janji berupa penerimaan sejumlah uang dan barang," kata jaksa membacakan surat dakwaan Hery.










