PSSI Tetap Dukung Gianni Infantino Presiden FIFA 3 Periode, Ada Alasan Tegas
JAKARTA, iNews.id - PSSI menyatakan dukungan kepada Gianni Infantino untuk kembali memimpin FIFA hingga periode ketiga meski sejumlah federasi sepak bola mulai menyuarakan penolakan terhadap kepemimpinan presiden badan sepak bola dunia tersebut.
Dukungan PSSI diberikan dengan pertimbangan kontribusi berbagai program FIFA selama era kepemimpinan Infantino. PSSI menilai Indonesia merasakan langsung dampak sejumlah inisiatif FIFA terhadap perkembangan sepak bola nasional.
Sikap tersebut sekaligus menjadi bentuk kepercayaan PSSI terhadap Infantino menjelang proses pemilihan presiden FIFA untuk periode berikutnya. PSSI menilai rekam jejak program FIFA di Indonesia menjadi alasan kuat untuk mempertahankan dukungan.
PSSI menyoroti sejumlah inisiatif FIFA yang dinilai berhasil menerjemahkan agenda global menjadi program pembangunan sepak bola di tingkat nasional. Dampak tersebut menjadi salah satu dasar utama federasi Indonesia dalam menentukan sikap.
“Indonesia telah merasai sendiri impak positif daripada pelbagai inisiatif FIFA di bawah kepimpinan beliau. Inisiatif FIFA di Indonesia telah menterjemahkan misi global FIFA kepada kemajuan dan pembangunan sebenar dalam bola sepak Indonesia," tulis PSSI.
“Rekod pencapaian ini, serta kepercayaan yang telah dibina, menjadi asas kepada sokongan berterusan PSSI terhadap Presiden Infantino dan terhadap FIFA yang kekal, pertama sekali, sebagai sebuah institusi yang berkhidmat untuk semua persatuan ahlinya."
Pernyataan PSSI muncul ketika dukungan terhadap Infantino mulai menghadapi tantangan dari sejumlah negara. Beberapa federasi nasional mulai mengambil sikap berbeda terkait masa depan kepemimpinan FIFA.
Yordania Tolak Infantino
Salah satu federasi yang baru menyatakan penolakan adalah Jordan Football Association (JFA). Federasi sepak bola Jordan memilih tidak memberikan dukungan kepada Infantino untuk melanjutkan kepemimpinannya sebagai presiden FIFA.
JFA memiliki alasan tersendiri dalam mengambil keputusan tersebut. Mereka menilai FIFA belum memberikan solusi terhadap sejumlah persoalan yang dihadapi federasi sepak bola Jordan.
Salah satu masalah yang disoroti berkaitan dengan pembayaran hadiah uang yang belum diterima Jordan setelah menjadi finalis FIFA Arab Cup 2025.
JFA juga mengkritik pendekatan yang dinilai mengaitkan dukungan politik terhadap Infantino dengan bantuan yang dibutuhkan federasi. Mereka menyebut upaya mendapatkan dukungan dengan imbalan bantuan sebagai bentuk pemerasan.
Sikap Jordan tersebut memperlihatkan adanya perbedaan pandangan antaranggota FIFA menjelang proses pemilihan presiden berikutnya. Di satu sisi, PSSI menilai kepemimpinan Infantino memberikan manfaat nyata bagi Indonesia.
Di sisi lain, JFA menilai masih terdapat persoalan yang perlu diselesaikan FIFA, terutama berkaitan dengan kewajiban finansial dan dukungan kepada federasi anggotanya.
PSSI tetap memilih mempertahankan dukungan kepada Infantino. Federasi sepak bola Indonesia melihat rekam jejak program FIFA di Tanah Air sebagai dasar penting untuk menentukan sikap.
Dukungan tersebut juga menunjukkan posisi PSSI di tengah dinamika politik sepak bola internasional. Ketika sejumlah federasi mulai mempertanyakan kepemimpinan Infantino, Indonesia justru menegaskan kembali kepercayaannya terhadap presiden FIFA tersebut.
Bagi PSSI, keberlanjutan program pembangunan sepak bola menjadi salah satu pertimbangan utama. Federasi Indonesia menilai kerja sama dengan FIFA selama kepemimpinan Infantino telah memberikan kontribusi terhadap perkembangan sepak bola nasional.










