Tolak Chelsea demi Juventus, Kerim Alajbegovic Bikin Luciano Spalletti Girang

Tolak Chelsea demi Juventus, Kerim Alajbegovic Bikin Luciano Spalletti Girang

Olahraga | inews | Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:42
share

HONG KONG, iNews.id – Kerim Alajbegovic memilih Juventus meski sempat berada di ambang kepindahan ke Chelsea, keputusan yang membuat pelatih Luciano Spalletti semakin percaya diri menatap musim baru.

Talenta berusia 18 tahun asal Bosnia dan Herzegovina tersebut menilai Juventus mampu memberinya peran lebih besar sejak awal. Situasi berbeda menantinya di Chelsea karena dia harus menghadapi persaingan ketat untuk memperoleh menit bermain.

Keputusan Alajbegovic menghadirkan cerita menarik menjelang pertandingan persahabatan Juventus melawan Chelsea, Rabu (5/8/2026). Dia berpeluang langsung menghadapi klub yang hampir merekrutnya beberapa hari sebelum transfer ke Turin rampung.

Spalletti melihat Alajbegovic sebagai pemain muda dengan potensi menarik. Juventus juga sudah mengikuti perkembangan sang pemain sejak musim lalu sebelum akhirnya bergerak menyelesaikan transfer.

“Dia adalah pemain muda yang menarik. Direktur sudah mengikuti perkembangannya sejak musim lalu dan sangat ingin mendapatkannya,” kata Spalletti dalam konferensi pers, dikutip dari Football Italia.

Direktur olahraga Juventus Frederic Massara memiliki peran penting dalam proses tersebut. Massara baru bergabung dengan Si Nyonya Tua pada musim panas 2026 setelah sebelumnya bekerja untuk AS Roma.


Kolo Muani Kembali dengan Antusiasme Besar

Juventus tidak hanya mengamankan Alajbegovic. Klub asal Turin itu juga berhasil membawa pulang Randal Kolo Muani dari Paris Saint-Germain setelah sang penyerang terus mendorong kepindahannya ke Italia.

Kolo Muani sudah mengenal lingkungan Juventus karena pernah bermain sebagai pemain pinjaman sejak Januari 2025. Pengalaman tersebut membuat proses adaptasinya diperkirakan berjalan lebih cepat.

“Memiliki pemain yang datang dengan antusiasme selalu menjadi keuntungan,” ujar Spalletti.

Pelatih asal Italia itu merasa skuad Juventus kini terlihat lebih kuat. Namun, dia masih harus menemukan keseimbangan terbaik setelah kedatangan sejumlah pemain baru.

“Kami mengenal mereka dan sudah mengikuti perkembangannya. Sekarang skuad lebih kuat di atas kertas dan kami perlu menemukan keseimbangan yang tepat, tetapi saya puas dengan pekerjaan yang dilakukan klub,” tuturnya.

Kolo Muani juga mendapatkan penilaian positif dari para pemain Juventus. Spalletti menerima banyak informasi mengenai karakter penyerang asal Prancis tersebut dari anggota ruang ganti.

“Semua orang di ruang ganti mengatakan kepada saya dia adalah pemuda yang luar biasa, sementara kita semua sudah mengetahui kemampuan yang bisa dia tunjukkan di lapangan,” ujarnya.


Aktivitas Transfer Juventus Belum Selesai

Kedatangan Alajbegovic dan Kolo Muani belum menutup pergerakan Juventus di bursa transfer. Bianconeri masih mencari seorang penyerang, pemain bertahan, dan penjaga gawang untuk melengkapi skuad.

Sebagian jajaran direktur bahkan tidak ikut bersama rombongan tim agar bisa memanfaatkan setiap peluang transfer. Spalletti menyerahkan proses tersebut kepada manajemen klub.

“Saya sepenuhnya percaya kepada para direktur. Mereka tahu masih ada beberapa situasi yang perlu kami selesaikan, sehingga mereka tetap tinggal untuk memaksimalkan setiap peluang transfer,” kata Spalletti.

Kedatangan Alajbegovic juga memunculkan pertanyaan mengenai kondisi Kenan Yildiz. Pemain Timnas Turki tersebut mengakhiri musim lalu dengan masalah lutut berulang yang turut memengaruhi penampilannya di Piala Dunia 2026.

Juventus masih memantau kebugaran Yildiz sebelum menentukan keterlibatannya melawan Chelsea. Spalletti tidak menutup kemungkinan memberikan waktu bermain singkat kepada pemain berusia muda tersebut.

“Kami akan mengevaluasi dan melihat apakah dia bisa bermain beberapa menit melawan Chelsea. Proses pemulihannya berjalan kurang lebih sesuai dengan perkiraan kami,” ujarnya.

Pertandingan melawan Chelsea kini menjadi kesempatan awal untuk melihat wajah baru Juventus. Alajbegovic datang setelah menolak peluang ke London, sedangkan Kolo Muani kembali dengan motivasi besar untuk membuktikan kualitasnya di Turin.

Topik Menarik