APPI Sentil Jadwal Gila Piala Presiden 2026: Pemain Bukan Mesin!

APPI Sentil Jadwal Gila Piala Presiden 2026: Pemain Bukan Mesin!

Olahraga | inews | Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:13
share

JAKARTA, iNews.id – Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) menyoroti jadwal padat Piala Presiden 2026 yang hanya memberi pemain waktu pemulihan sekitar satu hari sebelum pertandingan berikutnya.

Piala Presiden 2026 telah menyelesaikan babak semifinal pada Selasa (4/8/2026). Dua pertandingan empat besar tersebut menentukan Persib Bandung dan Persebaya Surabaya sebagai finalis.

Persib mengalahkan Persija Jakarta dengan skor 2-1. Sementara itu, Persebaya menundukkan Arema FC 1-0 untuk mengamankan tiket menuju partai puncak.

Persija dan Arema FC selanjutnya bertemu dalam pertandingan perebutan tempat ketiga. Laga tersebut digelar bersamaan dengan final Piala Presiden 2026 pada Kamis (6/8/2026).

Jadwal itu membuat para pemain hanya memiliki waktu istirahat satu hari setelah tampil di semifinal. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius APPI karena turnamen berlangsung sebelum kompetisi resmi dimulai.


APPI Minta Jadwal Piala Presiden Dievaluasi

APPI menilai jeda pemulihan sekitar satu hari perlu menjadi bahan evaluasi penyelenggara. Pemain masih berada dalam tahap membangun kebugaran setelah melewati masa jeda kompetisi.

“APPI memandang bahwa jadwal pertandingan dengan jeda pemulihan sekitar satu hari perlu menjadi bahan evaluasi. Terlebih Piala Presiden merupakan turnamen pramusim, yaitu fase ketika pemain masih dalam proses membangun kondisi fisik, meningkatkan kapasitas kebugaran, serta beradaptasi dengan intensitas latihan dan pertandingan setelah masa jeda kompetisi,” tulis APPI melalui akun Instagram resminya, dikutip Rabu (5/8/2026).

APPI mengingatkan pertandingan dengan jarak terlalu dekat dapat memengaruhi kondisi pemain. Risiko cedera dan kelelahan dinilai meningkat ketika tubuh tidak mendapatkan waktu pemulihan yang memadai.

“Jadwal yang terlalu padat tanpa waktu pemulihan yang memadai berpotensi meningkatkan risiko cedera, kelelahan, serta berdampak pada performa dan kesiapan pemain dalam menghadapi kompetisi resmi,” sambung keterangan resmi tersebut.


Pemain Bukan Mesin

Kepala Divisi Medis APPI dr. Donny Kurniawan menegaskan pramusim seharusnya digunakan untuk menguji kesiapan pemain dan tim. Turnamen pramusim tidak semestinya memaksa tubuh pemain bekerja melampaui kemampuan adaptasinya.

“Tujuan utama pramusim adalah mempersiapkan pemain mencapai kondisi fisik yang optimal untuk menjalani kompetisi yang panjang, bukan memaksakan tubuh bekerja melampaui kapasitas adaptasinya,” tutur dr. Donny Kurniawan.

Menurut Donny, kesehatan dan keselamatan pemain harus menjadi pertimbangan utama dalam penyusunan jadwal. Apalagi, para pesepak bola masih harus menghadapi musim kompetisi yang panjang setelah Piala Presiden 2026 berakhir.

“Pemain bukan mesin, kesehatan dan keselamatan pemain harus menjadi prioritas utama dalam setiap penyusunan kalender pertandingan,” tutupnya.

Topik Menarik