KAI Larang Liga Aspal di Lahan Dekat Rel, Pramono Siapkan Lapangan Pengganti
JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan lapangan pengganti bagi warga yang biasa bermain sepak bola dalam kegiatan Liga Aspal di kawasan Menteng Jaya. Langkah ini disiapkan usai PT Kereta Api Indonesia (KAI) melarang penggunaan area Right of Way (ROW) atau Ruang Milik Jalur Kereta Api untuk aktivitas olahraga dan kegiatan masyarakat.
Pramono mengatakan penggunaan area ROW merupakan kewenangan KAI. Dia menghormati kebijakan tersebut yang didasarkan pada aspek keselamatan perjalanan kereta api.
"Yang berikutnya lapangan Liga Aspal. Ini kan kewenangan sepenuhnya sebenarnya di KAI. Saya sangat menghormati apa yang menjadi kebijakan KAI," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Liga Aspal selama ini digelar di kawasan permukiman padat di pinggir rel RT 09/RW 08, Menteng Jaya, Jakarta Pusat. Pramono memastikan Pemprov DKI tetap memberikan ruang bagi warga, terutama anak-anak, untuk berolahraga meski aktivitas di area tersebut tidak lagi diperbolehkan.
Dia menyebut RPTRA Borobudur dan lapangan sepak bola Borobudur akan diperbaiki agar dapat digunakan sebagai lokasi alternatif.
"Maka saya sudah memutuskan untuk RPTRA Borobudur maupun lapangan sepak bola Borobudur yang tidak jauh dari tempat itu kami akan sempurnakan, akan kami izinkan digunakan kalau memang Liga Aspal tidak bisa digunakan lagi mereka bisa memakai lapangan itu," ucap Pramono.
Eks Sekretaris Kabinet ini menambahkan, Jakarta saat ini memiliki sekitar 47 fasilitas lapangan sepak bola. Sebanyak 14 di antaranya berupa stadion, sedangkan sekitar 33 lainnya merupakan lapangan yang berada di tengah permukiman masyarakat.
"Dari 47 itu, 14 yang berupa stadion, sisanya kurang lebih 33 yang lapangan yang ada di masyarakat. Beberapa saya sudah perintahkan untuk dilakukan penyempurnaan supaya masyarakat akan lebih mudah untuk bisa berolahraga," sambungnya.
Sebelumnya, PT KAI Daerah Operasi 1 Jakarta menjelaskan area ROW merupakan bagian dari prasarana perkeretaapian. Area tersebut digunakan untuk mendukung operasional, pemeliharaan, serta keselamatan perjalanan kereta api.
KAI mengambil kebijakan tersebut berdasarkan hasil safety assessment. Penggunaan area ROW untuk aktivitas olahraga maupun kegiatan publik dinilai memiliki risiko tinggi dan berpotensi membahayakan masyarakat serta mengganggu operasional kereta api.









