PBSI Tarik Jafar/Felisha dan Adnan/Indah dari Kejuaraan Dunia 2026, Isu Match Fixing Jadi Sorotan

PBSI Tarik Jafar/Felisha dan Adnan/Indah dari Kejuaraan Dunia 2026, Isu Match Fixing Jadi Sorotan

Olahraga | inews | Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:53
share

JAKARTA, iNews.id – Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil dipastikan mundur dari Kejuaraan Dunia BWF 2026 di tengah berkembangnya isu dugaan pengaturan pertandingan yang melibatkan sejumlah pemain Indonesia.

PBSI menegaskan pencoretan dua pasangan ganda campuran tersebut merupakan bagian dari penyesuaian komposisi wakil Indonesia. Federasi tidak menjelaskan secara terperinci alasan administrasi atau regulasi di balik keputusan itu.

Sekretaris Jenderal PBSI Ricky Soebagdja menyebut organisasi perlu memastikan seluruh proses administrasi dan keikutsertaan atlet dalam turnamen internasional berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.

“PP PBSI melakukan penyesuaian komposisi wakil Indonesia pada sektor ganda campuran untuk Kejuaraan Dunia BWF 2026. Sebagai bagian dari penyesuaian tersebut, pasangan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu serta Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil tidak akan mengikuti Kejuaraan Dunia BWF 2026,” kata Ricky dalam pernyataan resmi.


PBSI Minta Publik Tidak Berspekulasi

Keputusan tersebut muncul bersamaan dengan ramainya isu dugaan pengaturan pertandingan atau match fixing di media sosial. Namun, PBSI tidak mengaitkan mundurnya Jafar/Felisha dan Adnan/Indah dengan perkara atau dugaan pelanggaran tertentu.

PBSI hanya mengonfirmasi BWF sedang menjalankan proses peradilan independen terkait dugaan pelanggaran integritas yang melibatkan sejumlah pemain Indonesia. Identitas pemain dan substansi perkara belum diumumkan secara resmi.

“Sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam proses tersebut, PP PBSI tidak akan memberikan komentar lebih lanjut mengenai substansi perkara maupun mengaitkan proses yang sedang berlangsung dengan atlet tertentu,” ujar Ricky.

PBSI meminta media, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan menghormati proses yang sedang berjalan. Publik juga diminta tidak menyebut atau menghubungkan nama atlet tertentu sebelum Independent Hearing Panel BWF mengeluarkan keputusan resmi.

“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk media dan masyarakat, untuk menghormati proses yang sedang berjalan serta menghindari spekulasi hingga terdapat keputusan resmi dari Independent Hearing Panel BWF,” katanya.

Proses peradilan BWF memberi kesempatan kepada pihak yang dituduh untuk menerima dokumen perkara, mempelajari bukti, memperoleh bantuan hukum, dan memberikan pembelaan di hadapan panel independen. Sanksi baru diterapkan apabila panel menyatakan pelanggaran terbukti.


Indonesia Tinggal Punya Dua Wakil Ganda Campuran

Jafar/Felisha sebelumnya tercatat mengundurkan diri dari daftar peserta pada 29 Juli 2026. Situasi itu sempat membuka kesempatan bagi Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana untuk naik dari daftar cadangan, tetapi promosi pasangan tersebut tercatat ditolak pada hari yang sama.

Absennya Jafar/Felisha dan Adnan/Indah membuat Indonesia menyisakan dua pasangan di sektor ganda campuran. Mereka adalah Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah serta Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata.

Kejuaraan Dunia BWF 2026 dijadwalkan berlangsung di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, India, pada 17-23 Agustus 2026. Daftar peserta turnamen ditentukan menggunakan peringkat dunia BWF per 28 April 2026 serta mengikuti regulasi kualifikasi yang berlaku.

PBSI memastikan koordinasi dengan BWF terus dilakukan. Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga kepatuhan terhadap regulasi, melindungi hak atlet, menerapkan tata kelola organisasi yang baik, dan mempertahankan integritas bulu tangkis Indonesia.

Sampai keputusan resmi Independent Hearing Panel BWF diterbitkan, mundurnya dua pasangan dari Kejuaraan Dunia 2026 dan proses dugaan pelanggaran integritas harus dipandang sebagai dua informasi berbeda. Belum ada dasar resmi untuk menyimpulkan keduanya saling berkaitan.

Topik Menarik