Fakta-Fakta Tidur Tanpa Bantal, Tak Selalu Baik untuk Tulang Belakang
JAKARTA, iNews.id – Tidur tanpa bantal kerap dianggap sebagai cara sederhana mengatasi nyeri tulang belakang. Namun, dokter sekaligus influencer kesehatan dr Tirta Mandira Hudhi menegaskan anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Efektivitasnya bergantung pada jenis dan lokasi gangguan pada tulang belakang.
Berikut lima fakta yang perlu diketahui:
1. Tidur tanpa bantal tidak ampuh untuk semua gangguan tulang belakang
Menurut dr. Tirta, tulang belakang terdiri atas beberapa segmen, yaitu servikal (leher), torakal (punggung tengah), lumbal (pinggang bawah), dan sakral. Karena itu, penanganan setiap keluhan tidak bisa disamaratakan.
2. Bermanfaat jika masalah berada di area leher
Tidur tanpa bantal atau menggunakan bantal yang lebih rendah dapat membantu mengurangi ketegangan otot leher akibat penggunaan bantal yang terlalu tinggi. Posisi ini dapat menjaga kelengkungan alami tulang belakang bagian servikal.
3. Tidak menyembuhkan nyeri pinggang
Untuk gangguan pada area lumbal, tidur tanpa bantal bukan solusi. Kondisi tersebut justru membutuhkan penyangga atau lumbar support agar posisi tulang belakang tetap ergonomis dan beban pada pinggang berkurang.
4. Skoliosis tidak bisa diatasi hanya dengan mengubah posisi tidur
dr Tirta menjelaskan gangguan pada tulang belakang bagian torakal, seperti skoliosis, memerlukan penanganan khusus. Mengganti posisi tidur atau melepas bantal tidak akan memperbaiki kelainan bentuk tulang belakang.
5. Skoliosis berat bisa memerlukan operasi
Menurut dr Tirta, skoliosis dengan derajat kelengkungan lebih dari 25 derajat berisiko mengganggu fungsi organ di sekitarnya, seperti paru-paru, lambung, dan hati. Pada kondisi tersebut, pasien umumnya memerlukan penanganan dari dokter spesialis ortopedi konsultan tulang belakang, termasuk kemungkinan tindakan operasi.
dr Tirta mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada mitos kesehatan yang beredar di media sosial. Jika mengalami nyeri tulang belakang yang menetap atau disertai gangguan gerak, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat.










