Laga Piala Soeratin U-15 di Mojokerto Ricuh! Pemain dan Orang Tua Baku Hantam

Laga Piala Soeratin U-15 di Mojokerto Ricuh! Pemain dan Orang Tua Baku Hantam

Nasional | inews | Kamis, 30 Juli 2026 - 19:58
share

MOJOKERTO, iNews.id – Laga sepak bola Turnamen Piala Soeratin U-15 di Gelora Ahmad Yani, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Jawa Timur, berujung ricuh, Kamis (30/7/2026). Kericuhan diduga dipicu ketidakterimaan salah satu klub atas kekalahan dramatis melalui drama adu penalti.

Berdasarkan rekaman CCTV dan video yang beredar, insiden bermula saat laga seru antara klub Gen-B melawan RNA asal Mojokerto berakhir untuk kemenangan tim RNA dengan skor 5-3 lewat adu penalti.

Saat para pemain tim RNA merayakan selebrasi kemenangan di tengah lapangan, oknum pemain tim lawan diduga melayangkan pemukulan. Aksi tersebut langsung memicu bentrokan fisik antarpemain hingga meluas melibatkan para orang tua wali murid yang berada di tribun timur. 

Minimnya personel pengamanan di dalam area stadion membuat kericuhan antarpemain dan suporter wali murid tersebut sempat berlangsung lama sebelum akhirnya berhasil diredam oleh perangkat pertandingan serta personel Polsek Magersari. 

Sekretaris KONI Kota Mojokerto, Bambang Puji mengatakan, telah menerima laporan resmi terkait insiden kericuhan pada kelompok umur U-15 tersebut. 

Meskipun kewenangan teknis pertandingan berada di bawah naungan Askot PSSI Kota Mojokerto, KONI mendesak agar kasus ini diusut tuntas demi menjaga pembinaan usia dini. 

Bambang Puji menegaskan, kejadian tersebut sangat disayangkan mengingat Piala Soeratin U-15 diselenggarakan oleh Askot PSSI Kota Mojokerto sebagai wadah pembinaan bakat muda yang diikuti oleh 22 klub Sekolah Sepak Bola (SSB) se-Mojokerto Raya.

"Kami dari KONI mengimbau agar penyebab kericuhan ini segera diusut dan diselesaikan. Pihak Askot PSSI harus segera memanggil pihak-pihak yang terlibat untuk bermusyawarah dan mengambil tindakan tegas agar kejadian serupa tidak terulang," ujar Bambang Puji.

Pihak panitia penyelenggara kini tengah menyiapkan bahan evaluasi serta pemanggilan manajemen kedua tim SSB untuk menentukan sanksi disiplin organisasi.

Topik Menarik