Prabowo Minta Kurangi Atap Seng-Asbes: Cepat Berkarat, Bikin Kanker Paru-Paru
SEMARANG, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto mengajak pemerintah daerah menjaga kebersihan lingkungan dan mempertahankan estetika bangunan sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pariwisata nasional. Dia menyoroti penggunaan atap seng yang menurutnya cepat berkarat dan dapat berdampak pada kesehatan.
Menurut Prabowo, pariwisata memiliki peran besar dalam menggerakkan roda perekonomian karena memberikan manfaat bagi banyak sektor usaha dan masyarakat.
“Pariwisata itu menghasilkan devisa. Pariwisata menggerakkan ekonomi. Satu wisatawan asing datang ke negara kita, minum secangkir kopi, petani kopi hidup. Mereka yang terlibat dalam mengolah kopi hidup. Mereka yang terlibat dalam logistik mengambil kopi dari kebun ke kota ke pabrik, mereka yang membungkus kopi dan akhirnya mereka yang menjual kopi di restoran, di kafe, di hotel, mata rantainya banyak. Satu wisatawan mungkin bisa menghidupkan sepuluh, lima belas rakyat kita,” kata Prabowo saat meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).
Dia mengatakan, daya tarik utama Indonesia bagi wisatawan adalah budaya, keindahan alam, serta suasana lingkungan yang bersih dan terawat. Karena itu, Prabowo meminta seluruh kepala daerah menjadikan penanganan sampah sebagai prioritas.
“Tapi apa yang menarik wisatawan ke negara kita? Yang menarik adalah budaya kita, yang menarik adalah keindahan di negeri kita, yang menarik adalah suasana di negeri kita. Jadi pariwisata, syaratnya antara lain adalah setiap kota, setiap kabupaten, setiap kecamatan, apalagi ibu kota provinsi, ibu kota kabupaten, ibu kota kecamatan harus bersih. Makanya sampah menjadi prioritas kita. Dalam waktu satu tahun ini kita harus selesaikan masalah sampah di seluruh Indonesia. Semua sungai harus bersih, semua kali harus bersih. Alam harus jaga. Pohon tidak boleh ditebang sembarangan, kalau perlu kita tanam ratusan juta pohon baru,” ujarnya.
Prabowo juga mengajak pemerintah daerah mempertahankan estetika bangunan dan mempertimbangkan penggunaan material yang dinilainya lebih sesuai dengan kondisi Indonesia.
“Estetika, keindahan harus kita pertahankan. Aslinya bangsa Indonesia tidak make seng. Kalau perlu kita kembali pakai ijuk, kembali pakai rumbai, kalau tidak kita harus cari. Rakyat kita dari dulu bisa bikin genteng kok. Genteng bukan teknologi baru, rakyat kita dari dulu pakai genteng,” ucapnya.
Dalam pidatonya, Prabowo turut menyoroti penggunaan atap seng yang menurutnya cepat mengalami korosi dan dapat berdampak terhadap kesehatan.
“Seng ini cepat berkarat. Karat ini tidak baik untuk kesehatan. Begitu banyak nanti penyakit paru-paru tanpa kita sadari. Orang-orang muda sudah kena kanker paru-paru, padahal dia nggak merokok. Dari mana? Ya, dari karat, dari asbes, dari macam-macam kimiawi,” kata Prabowo.
Prabowo meminta para gubernur, bupati, dan wali kota terus menjaga kelestarian lingkungan serta kebersihan di wilayah masing-masing demi menciptakan Indonesia yang lebih indah dan menarik bagi wisatawan.
“Jadi saya anjurkan gubernur, bupati, walikota, semua instansi di bidang masing-masing lestarikan alam, jaga kebersihan,” pungkasnya.










