Audrey Bianca Andalkan Proyek Listrik di Sumba untuk Rebut Gelar Miss World 2026

Audrey Bianca Andalkan Proyek Listrik di Sumba untuk Rebut Gelar Miss World 2026

Gaya Hidup | inews | Rabu, 29 Juli 2026 - 18:13
share

JAKARTA, iNews.id – Miss Indonesia 2025 Audrey Bianca Callista membawa target besar saat mewakili Indonesia di ajang Miss World ke-73 yang akan digelar di Vietnam pada September 2026. 

Bukan hanya mengincar prestasi di panggung kecantikan dunia, Audrey juga berharap proyek kemanusiaan yang diusungnya mampu menjadi kunci meraih gelar Beauty with a Purpose (BWAP).

Perempuan berusia 22 tahun itu mengangkat misi menghadirkan akses listrik berkelanjutan bagi masyarakat Desa Lete Palolo, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. Menurut Audrey, masih banyak daerah di Indonesia yang belum menikmati fasilitas dasar seperti listrik, sehingga kesenjangan tersebut perlu mendapat perhatian.

"Saya memiliki mimpi tentang Indonesia yang setara. Kesetaraan itu tidak hanya berbicara tentang hak, tapi juga kesetaraan dalam pendidikan, ekonomi, dan juga infrastruktur," ujar Audrey Bianca dalam konferensi pers di iNews Tower, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026).

Melalui Yayasan Miss Indonesia, Audrey bersama tim membangun sistem listrik tenaga surya yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang. Program tersebut juga mencakup pembangunan aula serbaguna serta pemasangan lampu di puluhan rumah warga.

"Apa yang kami lakukan di sana, kami memberi mereka tidak hanya listrik tapi listrik yang berkelanjutan menggunakan panel surya. Kami membangun aula serba guna dan memasang lampu di 38 rumah warga," katanya.

Bagi Audrey, proyek tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar memenuhi salah satu kategori penilaian Miss World. Pengalaman melihat langsung kehidupan masyarakat Sumba menjadi momen yang mengubah cara pandangnya.

Ia mengaku tak kuasa menahan haru ketika menyaksikan anak-anak harus belajar pada malam hari hanya dengan penerangan lampu minyak.

"Baru 10-15 menit saja mata saya sudah perih karena asap lampu minyak. Kesadaran bahwa anak-anak ini harus melalui ini setiap malam untuk belajar adalah hal yang paling menyakitkan. Itulah kenapa kami sangat semangat menjalankan projek ini," ungkapnya.

Selain mengandalkan proyek Beauty with a Purpose, Audrey juga optimistis mampu bersaing di kategori fast track modeling. Pengalamannya selama lima tahun di industri modeling menjadi modal penting untuk tampil percaya diri di hadapan para juri Miss World.

"Kalau boleh pilih dua (fast track), yang pertama adalah Beauty with a Purpose karena kami memastikan ini memiliki dampak yang berkelanjutan. Dan yang kedua semoga di modeling, karena itu adalah aset besar saya," tutur Audrey.

Audrey dijadwalkan bertolak ke Vietnam pada 9 Agustus 2026 untuk mengikuti rangkaian karantina dan berbagai kompetisi pendahuluan sebelum malam final Miss World ke-73. Ia berharap misi sosial yang dibawanya tidak hanya mengharumkan nama Indonesia, tetapi juga membuka mata dunia terhadap pentingnya pemerataan akses listrik bagi masyarakat di daerah terpencil.

Topik Menarik