Era LCEV, Pemerintah Dorong Mazda Produksi Mobil Hybrid dan Listrik di Indonesia

Era LCEV, Pemerintah Dorong Mazda Produksi Mobil Hybrid dan Listrik di Indonesia

Otomotif | inews | Selasa, 28 Juli 2026 - 20:04
share

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah mendorong PT Eurokars Produksi Pratama sebagai fasilitas produksi Mazda di Indonesia untuk ikut dalam program Kendaraan Bermotor Roda Empat Emisi Karbon Rendah atau Low Carbon Emission Vehicle (LCEV). Langkah tersebut dinilai penting untuk mempercepat transformasi industri otomotif nasional menuju kendaraan rendah emisi.

Dorongan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Ilmate) Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, menyusul peresmian pabrik perakitan Mazda di Indonesia.

Menurutnya, pemerintah terus mengembangkan program LCEV yang diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 36 Tahun 2021. Program tersebut mencakup kendaraan hemat energi berbasis berbagai teknologi, mulai dari KBH2, Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), hingga Battery Electric Vehicle (BEV).

"Kami berharap Mazda ke depan dapat tumbuh bersama ekosistem industri otomotif yang ada di Indonesia dalam hal ini LCEV," ujarnya.

Saat ini terdapat 16 perusahaan yang menjadi peserta program LCEV. Delapan perusahaan telah memiliki proses manufaktur mulai dari painting, welding, machining, forming, casting atau injection hingga assembling. Delapan perusahaan lainnya bekerja sama dengan fasilitas manufaktur untuk proses perakitan kendaraan.

Setia juga menilai ekosistem industri otomotif nasional semakin kuat. Dari sisi rantai pasok, industri kendaraan bermotor di Indonesia didukung oleh 322 perusahaan pemasok, terdiri atas 219 perusahaan manufaktur, 98 subkontraktor, dan lima perusahaan yang berperan sebagai pemasok sekaligus subkontraktor.

Data Kementerian Perindustrian menunjukkan produksi kendaraan elektrifikasi atau xEV sepanjang Januari-Juni 2026 mencapai 96.687 unit. Jumlah tersebut terdiri atas 57.234 unit HEV, 2.484 unit PHEV, dan 36.969 unit BEV.

Sementara itu, Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia sekaligus Presiden Direktur Mazda Indonesia, Ricky Thio, mengatakan pembangunan pabrik menjadi tonggak penting bagi investasi Mazda di Indonesia. Fasilitas tersebut juga menjadi bukti komitmen jangka panjang perusahaan terhadap perkembangan industri otomotif nasional.

"Keberadaan Mazda Indonesia Plant merupakan wujud nyata komitmen investasi jangka panjang Mazda di Indonesia. Fasilitas ini juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat kontribusi kami terhadap perkembangan industri otomotif nasional," ujarnya dalam Grand Opening Mazda Indonesia Plant, Selasa (28/7/2026).

Berbeda dengan sebagian besar fasilitas perakitan kendaraan yang menggunakan lini produksi bersama, pabrik Mazda dibangun sebagai **dedicated assembly facility**. Seluruh fasilitas produksi, mesin, peralatan, hingga lintasan uji merupakan investasi baru yang disiapkan untuk memenuhi standar manufaktur global Mazda.

Pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 6,2 hektare tersebut saat ini merakit Mazda CX-30 sebagai model pertama. Ke depan, fasilitas itu dipersiapkan untuk merakit lebih banyak model seiring meningkatnya permintaan pasar.

Mazda juga membuka peluang memproduksi kendaraan elektrifikasi di Indonesia apabila permintaan pasar meningkat dan sejalan dengan arah kebijakan pemerintah.

"Ke depan kami tidak menutup kemungkinan memproduksi kendaraan elektrifikasi sesuai dengan arahan kebijakan pemerintah Indonesia dan pergeseran pasar ke kendaraan ramah lingkungan," katanya.

Topik Menarik