Kabasarnas: Operasi SAR KM Nurul Salsa Dibuka Lagi jika Ada Tanda-Tanda Korban
JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya (Marsdya) TNI Mohammad Syafii buka suara soal penghentian operasi pencarian dan pertolongan atau SAR korban Kapal Motor (KM) Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Dia mengatakan penghentian operasi SAR merupakan keputusan bersama dengan pihak keluarga.
“Ya dengan kemampuan kita bersama potensi, beberapa korban memang statusnya dinyatakan hilang,” kata Syafii di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (28/7/2026).
Syafii menjelaskan, operasi SAR akan dilanjutkan jika ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Namun kalau ada tanda-tanda tentunya kita akan membuka operasi lagi untuk melaksanakan operasi lanjutan,” ujar dia.
Syafii menegaskan, keputusan penghentian operasi itu diambil dan diputuskan bersama pihak keluarga korban.
“Kemarin keputusan diambil bersama juga pihak keluarga,” jelas dia.
Diketahui, operasi SAR KM Nurul Salsa ditutup usai 10 hari pencarian pada 24 Juli 2026. Hingga hari ke-10 pencarian, tim SAR telah mengevakuasi 62 korban yang terdiri dari 58 orang selamat dan empat korban tewas.
Sementara itu, masih ada 14 penumpang yang dinyatakan hilang.










