Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah Lagi, Sentuh Rp18.083 per Dolar AS

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah Lagi, Sentuh Rp18.083 per Dolar AS

Berita Utama | inews | Selasa, 28 Juli 2026 - 15:38
share

JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS pada akhir perdagangan, Selasa (28/7/2026). Mata uang garuda melemah 74 poin atau sekitar 0,41 persen ke level Rp18.083 per dolar AS.

Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menjelaskan, salah satu sentimen datang dari eksternal yakni aksi saling serang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terhenti dan dilaporkan bahwa Presiden Donald Trump telah menghentikan rencana untuk meningkatkan operasi militer AS secara tajam di Iran setelah bertemu dengan para penasihat utama dan pejabat senior pemerintahannya.

"Keputusan tersebut didorong oleh menipisnya persediaan sistem pertahanan udara Pentagon," kata Ibrahim dalam risetnya.

AS telah melancarkan serangan terhadap Iran selama 13 hari berturut-turut, sementara Teheran membalas dengan menargetkan pangkalan militer Amerika di negara-negara tetangga. 

Konflik bermula setelah Iran menyerang kapal-kapal komersial di dalam dan sekitar Selat Hormuz, yang menyebabkan runtuhnya kesepakatan damai sementara yang telah ditandatangani kedua belah pihak pada bulan Juni.

Kekhawatiran akan gangguan pasokan semakin diperparah setelah kelompok Houthi yang didukung Iran menargetkan kapal tanker Arab Saudi di jalur perairan vital lainnya, yaitu Selat Bab el-Mandeb.

Namun, prospek kebijakan moneter cenderung fluktuatif bulan ini di tengah situasi yang dinamis di Timur Tengah. Harga minyak sempat melonjak sekitar 20 persen dalam dua minggu saat AS dan Iran saling melancarkan serangan terkait kendali atas Selat Hormuz.

Dari sentimen domestik, ketidakpastian ekonomi dalam negeri usai pengunduran diri Perry Warjiyo secara mendadak sempat direspons negatif oleh pasar karena dalam jangka pendek meningkatkan ketidakpastian pasar akibat transisi kepimpinan yang baru di tengah depresiasi nilai tukar rupiah, derasnya outflow dana asing serta potensi tren kenaikan suku bunga global.

"Namun, penunjukan Destry Damayanti memberi optimisme pasar akan komitmen bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan laju inflasi, serta mempertahankan stabilitas sistem keuangan yang berkelanjutan," kata Ibrahim.

Selanjutnya, perhatian pasar akan tertuju pada penunjukkan Gubernur BI yang definitif. Penunjukkan Gubernur BI yang baru yang sesuai dengan harapan pasar serta transisi kepemimpinan yang berjalan lancar, diharapkan dapat menjaga kredibilitas dan independensi bank sentral dalam menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Terkait suksesi kepemimpinan di Bank Indonesia, menyerahkan sepenuhnya proses penunjukan pengganti Gubernur BI kepada mekanisme konstitusional dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, seraya meyakini bahwa pemerintah dan otoritas terkait akan menetapkan figur terbaik yang memiliki kredibilitas tinggi serta komitmen kuat terhadap stabilitas perekonomian nasional.

Kemudian, lembaga pemeringkat S&P Global Ratings ikut merespons berita pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.960-Rp18.020 per dolar AS.

Topik Menarik