Usai Aksi Flexing Putri Kandungnya Viral, Pejabat Gayo Lues Resmi Layangkan Surat Mundur
GAYO LUES, iNews.id — Dea Arranoya, putri dari mantan Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Setdakab Gayo Lues, dr. H. Nevirizal, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka setelah deretan konten gaya hidup mewahnya mendadak viral di media sosial. Unggahan flexing yang memicu sorotan publik tersebut menampilkan aktivitas liburan ke luar negeri hingga deretan jeriken yang diduga berisi bahan bakar minyak (BBM).
Permohonan maaf disampaikan Dea melalui surat terbuka yang ditandatangani di Banda Aceh. Ia mengakui bahwa aksinya memamerkan gaya hidup di ruang publik merupakan tindakan yang kurang bijak, terlebih di tengah situasi ekonomi masyarakat yang sedang sulit, sehingga memicu kegaduhan dan persepsi negatif.
Mengenai unggahan deretan jeriken BBM yang ramai diperbincangkan, Dea menjelaskan bahwa konten tersebut diambil pada akhir tahun lalu. Ia mengaku bersalah, tidak mencari pembenaran, dan menyebut kelakuan tersebut lahir dari ketidakdewasaan serta kelalaian dalam mengelola media sosial.
Sebagai bentuk tanggung jawab, seluruh konten bermasalah telah ia hapus, sembari berjanji untuk melakukan introspeksi diri dan menjadi pribadi yang lebih peka terhadap lingkungan sekitar.
Buntut dari kontroversi ini berdampak langsung pada karier sang ayah. dr. H. Nevirizal secara resmi mengajukan surat pengunduran diri dari jabatannya sebagai Asisten I Setdakab Gayo Lues.
Surat tersebut diserahkan langsung kepada Wakil Bupati Gayo Lues, H. Maliki, di Blangkejeren untuk kemudian diproses sesuai mekanisme yang berlaku.
Dalam kesempatan itu, Nevirizal turut menyampaikan permohonan maaf kepada jajaran pimpinan, rekan kerja, dan seluruh masyarakat atas kegaduhan yang dipicu oleh tindakan anggota keluarganya.










