Mobil Listrik Berteknologi AI Omoda O4 EV Debut Global di Indonesia
JAKARTA, iNews.id – Omoda & Jaecoo memperkenalkan mobil listrik terbaru Omoda O4 EV dalam debut globalnya di Indonesia. Langkah ini menegaskan posisi Indonesia sebagai pasar strategis sekaligus negara pertama yang menerima model listrik murni tersebut.
Omoda O4 EV menjadi kendaraan pertama Omoda yang mengedepankan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara menyeluruh. Mobil ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih cerdas, personal, dan terhubung dengan kebutuhan penggunanya.
Sebelumnya, Omoda O4 diperkenalkan dalam versi hybrid di Beijing Auto Show 2026. Namun, Indonesia dipercaya menjadi negara pertama yang meluncurkan varian Battery Electric Vehicle (BEV) secara global.
CEO Omoda & Jaecoo International Shawn Xu mengatakan, Indonesia dipilih sebagai lokasi peluncuran dunia karena memiliki karakter konsumen yang sesuai dengan filosofi pengembangan Omoda O4.
"Kami memilih Indonesia sebagai negara pertama untuk meluncurkan Omoda O4 dibandingkan negara lain? Sejujurnya saya pernah bekerja di sini selama satu tahun, jadi saya tahu di Indonesia banyak orang berjiwa muda," kata Shawn Xu dalan Omoda Super AI Night di PIK 2, Tangerang, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, Omoda O4 dikembangkan sebagai mobil listrik yang menggabungkan inovasi digital dengan pengalaman berkendara modern. Sasaran utamanya adalah generasi muda yang akrab dengan perkembangan teknologi.
"Membenamkan teknologi AI. Omoda O4 akan memberikan pengalaman berkendara yang menyenangkan bagi kaum muda," ujarnya.
Shawn optimistis Omoda O4 mampu menjadi pilihan baru di segmen mobil listrik. Meski dibekali teknologi canggih, perusahaan berupaya menjaga harga tetap kompetitif agar dapat dijangkau lebih banyak konsumen.
Namun, Omoda & Jaecoo masih mengkaji harga resmi Omoda O4 EV. Perusahaan masih berdiskusi dengan jaringan dealer dan calon konsumen sebelum menetapkan harga final dan diperkenalkan di GIIAS 2026.
"Fitur, jarak tempuh, baterainya juga lebih besar, tentu biaya produksinya lebih tinggi. Jadi kami masih berdiskusi dengan dealer dan calon konsumen untuk menentukan keputusan final," katanya.
Dia menambahkan, penentuan harga akan mengikuti kondisi pasar, bukan hanya berdasarkan biaya produksi kendaraan.
"Kami selalu mengatakan bahwa harga ditentukan oleh pasar, baru kemudian kami menghitungnya," ujarnya.
Dari sisi desain, Omoda O4 EV mengusung filosofi Cyber Mecha dengan karakter futuristis melalui garis-garis tajam, minim lekukan, serta permainan bidang geometris. Desain tersebut ditujukan bagi konsumen muda yang menginginkan SUV listrik dengan tampilan berbeda.
Tak hanya itu, Omoda juga memperkenalkan ekosistem AI terbaru yang menjadi otak kendaraan. GM of Overseas Business, Automotive & Embodied AI Sector BytePlus, Lance Woo, menjelaskan teknologi tersebut meliputi integrasi Seed LLM dari ByteDance sebagai Large Language Model (LLM), AI Agents yang mampu membantu berbagai aktivitas pengemudi secara otomatis, serta AI Cockpit dengan arsitektur Master-Agent yang menggabungkan pemrosesan di perangkat dan cloud sehingga menghasilkan respons lebih cepat, cerdas, dan personal.
Melalui Omoda O4 EV, Omoda & Jaecoo menunjukkan arah baru pengembangan kendaraan pintar berbasis AI. Debut global di Indonesia menjadi tonggak penting bagi perusahaan dalam memperluas pasar kendaraan listrik cerdas sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat peluncuran produk otomotif berteknologi tinggi.

